SHARE
doping tdf
Illustration by Steve Smith

BIKESTREAK – Berbicara soal doping selalu dikaitkan dengan Lance Armstrong, terutama dalam dunia sepeda. Padahal sudah hampir 10 tahun lalu berita skandal dopingnya mencuat. Beberapa tahun lalu (berdekatan dengan masa jaya Armstrong) jenis doping yang jamak digunakan adalah THG (tetrahydrogestrinone). Sistem kerja zat ini sama dengan berbagai obat pemacu darah seperti EPO (erythropoietin), HGH (Human Growth Hormon), atau perangsang modafinil dan insulin.

Apa yang menyebabkan THG menjadi populer? Saat itu lembaga antidoping internasional belum memasukkan obat buatan Bay Area Laboratory Co-operative (Balco, pabrik farmasi asal AS) ke dalam kategori doping. Saat itu memang belum diketahui jika zat ini berfungsi meningkatkan performa atlet.

Setelah ketahuan tentu obat ini mulai ditinggalkan. Para atlet selalu bergantian dari satu perangsang ke perangsang lain. Tak berbeda dengan mode pakaian, suatu saat obat tertentu populer, beberapa waktu setelahnya mulai ditiggalkan.

Setelah THG meredup, muncul doping lain yang disebut “the cream”, obat ini juga pernah kondang pada masanya. Campurannya terdiri dari 20 bagian unsur hormon testosterone dan 1 bagian hormon epitesterone (20:1). Testosterone berfungsi meningkatkan kekuatan otot sehingga membuat tubuh tampak lebih gempal. Seperti balsam, krim ini biasa dioleskan pada kaki, dada, dan tangan.

Krim ini cocok dipakai para atlet yang membutuhkan tenaga ekstra dalam waktu singkat seperti pelari sprinter. Sedangkan untuk atlet yang memerkukan endurance tinggi seperti pelari marathon, dan pembalap sepeda membutuhkan obat pemacu lain, salah satunya EPO yang memang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.

Vivian James (profesor ahli patologi kimia di Inggris) menerangkan bahwa EPO berfungsi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Bertambahnya sel darah merah ini akan mempercepat fungsi darah sebagai alat transportasi makanan dan oksigen, dengan demikian rasa lelah lebih cepat berkurang. Proses recovery stamina juga berjalan lebih cepat.

doping epo

Zat berikutnya yaitu modafonil, zat ini berguna memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh. Fungsinya tetap sama dengan EPO. Adap pula HGH yang merupakan hormon pertumbuhan, contohnya somatotrophin. HGH berfungsi bekerja membantu sintesa protein untuk memulihkan otot dan merubah lemak menjadi energi.

Jenis obat lain yaitu anabolic steroids. Zat ini bekerja merangsang sel otot dan tulang memproduksi protein baru, meningkatkan kekuatan otot dan mendorong pertumbuhan otot baru. Insulin, tiruan hormon yang dihasilkan kelenjar pankrean untuk menyerap gula dalam darah juga acap kali digunakan untuk menaikkan performa.

Metode yang lain adalah dengan menyuntikkan sel daram merah ke dalam tubuh. Mirip cara kerja doping pada umumnya, injeksi sel daram merah ini berfungsi mempercepat recovery stamina dan mengurangi rasa lelah lebih cepat.

>>> Lanjutan

LEAVE A REPLY