SHARE

BIKESTREAK – Javier Martinez telah menempuh hingga 48.000 km  saat melakukan perjalanan keliling dunia selama 4 tahun. Puluhan ribu kilo meter ini dilewati bersama putaran roda sepeda miliknya melewati Eropa, Afrika, bahkan juga singgah ke Indonesia. Disini ia mengabadikan foto sepeda di berbagai negara belahan bumi.

Perjalanan selama dan sejauh itu tentu tak berjalan mulus. Bagian yang paling menantang selama perjalanannya dengan sepeda ialah saat mengunjungi Tibet, pegunungan Himalaya dan Pamir di Asia Tengah, dengan ketinggian lebih dari 5000 m dan suhu -40 °C  di luar tendanya. Di Caucasus, Armenia, dia merasakan 4 hari tanpa makan dan satu-satunya yang bisa dimakan hanyalah salju. Malaria dan demam tifoid menyerangnya saat tiba di Ghana, bahkan sebagian penduduk Ghana mengiranya sebagai teroris.

“Namun, apa yang sebagian besar saya temukan di sepanjang jalan adalah kehangatan orang-orang, di mana mereka tidak pernah ragu-ragu untuk membuka rumah mereka bagi saya untuk menginap di rumah mereka dan berbagi makanan,” ujarnya. “Setiap kali saya membutuh bantuan, seseorang berada di sana untuk menawarkan itu.”

“Saat-saat yang paling indah di perjalanan ini selalu datang bersama dengan yang hal paling sulit, seperti mengatasi masa sulit adalah pahala yang terbaik, penuh kepuasan,” katanya. “Setelah setiap tantangan saya menjadi lebih bersemangat untuk apa menghadapi yang akan terjadi selanjutnya, karena itulah yang disebut traveling.”

Untuk pendanaan, Martinez memiliki beberapa sponsor seperti GoPro, Spiuk, dan Orbea yang memasok perlengkapan. Dan dia dengan hati-hati memanfaatkan uangnya sendiri untuk disimpan dan pengeluaran rata-ratanya tak lebih dari lima euro per hari. Dia juga menjual hasil fotografi dan menerima donasi.

martinez

Foto odong-odong yang diambil saat kunjungannya di Sumatra

salju

Samarkanda – Uzbekistan

papua nugini

Bissau – Papua Nugini

becak di cambodia

Model becak di Cambodia yang hampir mirip model becak di Indonesia

penduduk dhaka

Bangladesh yang masih jarang kendaraan bermotor

sepeda jadul

Penduduk Ghana dengan sepeda onthel

Becak dan odong-odong memang bukan termasuk sepeda, namun bagi orang asing benda ini bisa jadi hal yang unik karena tak ditemui di negara-negara Eropa. Nah, untuk melihat foto-foto lain dari Martinez Anda dapat mengunjungi blog pribadinya di bicicleting.com yang berbahasa Spanyol.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY