SHARE

BIKESTREAK – Presiden kita, Joko Widodo, akhirnya benar-benar mengambil keputusan yang populer, menaikkan harga BBM untuk premium dan solar. Berhubung bikestreak bukan situs berita politik, maka tak perlu banyak membahas soal ini. Pertanyaannya, berkurangkah kemacetan jalan raya di kota-kota besar di Indonesia?

Melihat dari yang sudah-sudah, kemacetan nyaris tak berkurang. Kenaikan harga BBM ini nampaknya tak ada korelasi positif dengan niat masyarakat untuk berhemat. Jumlah penumpang kendaraan umum tetap merosot sekalipun harga BBM naik. Memang ada beberapa faktor mengapa sebagian masyarakat enggan menggunakan kendaraan umum, salah satunya keamanan. Warga yang tergolong punya di kota-kota besar, tetap memilih mobil untuk kesana kemari.

Disatu sisi, melihat banyaknya orang yang mampu bertahan dengan kenaikan harga BBM tersebut kita patut memberikan apresiasi. Ternyata, ekonomi penduduk Indonesia tak langsung jumpalitan gara-gara harga bahan bakar naik. Namun, bagi mereka yang melihat kemacetan bukan sebagai pertanda kemakmuran masyarakat, bisa berbeda sama sekali.

Kemacetan bisa jadi identik dengan ketidakmampuan kita untuk mengelola energi secara bijaksana. Bensin dan solar selalu terbakar sambil tak henti berbagi polusi. Alhasil, naiknya harga bensin terbaru 2017 dan juga solar tak membuat indeks polusi udara di kota besar menurun.

Tak Galau dengan BBM

Perlu diketahui, disamping mereka yang tetap mampu bertahan dengan mobilnya, masih banyak pesepeda – pesepeda jagoan yang melintas di tengah polusi. Meski jumlahnya hanya segelintir dibanding total pengguna jalan raya, mereka menginspirasi soal bagaimana menjaga kualitas udara di kota-kota besar.

Sebagian diantara mereka malah jauh dari kata miskin. Meski harga kenaikan BBM juga tak berimbas bagi mereka, mereka tetap memilih sepeda untuk transportasi harian. Karenanya, kita patut memberikan apresiasi dan mengikuti langkahnya.

LEAVE A REPLY