SHARE
atlet tour de france

BIKESTREAK – Sejumlah peneliti menemukan bahwa rata-rata mantan atlet Tour de France memiliki usia 6 tahun lebih lama dibanding masyarakat pada umumnya dan jauh dari permasalahan kardiovaskular. Temuan ini mungkin dapat menjawab kekhawatiran tentang pengaruh latihan ekstrim pada jantung.

Riset ini juga menunjukkan bahwa doping juga tidak menimbulkan resiko kesehatan jantung, setidaknya untuk jangka pendek, karena dampak dalam jangka panjang bisa saja memperoleh hasil yang berbeda. Penggunaan obat EPO  atau erythropoietin telah merajalela dalam kompetisi balap sepeda sejak tahun 1990-an.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada kongres European Society of Cardiology telah menguji sejumlah 786 pembalap TdF yang pernah turun dalam perlombaan pada tahun 1947 hingga 2012, dan menemukan bahwa angka kematian para atlet tersebut 41% lebih rendah dari angka kematian laki-laki di negara Prancis. Dr. Xavier Jouven, pemimpin riset, mengatakan penurunan angka kematian telah meningkat dan dokter perlu menyosialisasikan pentingnya olahraga berat.

“Kita harus mendorong orang untuk mengerahkan kemampuan dirinya,” ujarnya dan menambahkan “Jika ada bahaya nyata dalam melakukan latihan berat maka kita perlu mengamati dalam penelitian ini.”

Para atlet TdF benar-benar memiliki resiko 33% lebih rendah terhadap kematian akibat serangan jantung ataupun stroke dari orang-orang pada umumnya. Namun demikian mereka juga memiliki resiko kecelakaan dijalan.

Analisis yang melibatkan banyak pembalap Tour de France ini merupakan analisis jangka panjang yang sudah terbukti kebenarannya.

LEAVE A REPLY