Mountain Bike

Home Mountain Bike
berita terbaru seputar mountain bike dari dalam maupun luar negeri

Jajaran Sepeda Downhill Terbaik Dan Terbaru 2016-2017

0

BIKESTREAK – Setiap tahun antar pabrikan sepeda selalu berlomba membuat pengembangan bagi produk-produknya, terlebih untuk memperebutkan market sebagai sepeda downhill terbaik yang penuh inovasi. Jika tidak ada persaingan, maka Inovasi sudah dapat dipastikan mati saat itu juga / tidak ada inovasi.

Namun ada kalanya inovasi tak selalu bergantung pada persaingan secara langsung namun ada beberapa faktor eksternal yang membuat bagaimana sebuah pabrikan harus melakukan Inovasi terhadap produknya meski tidak ada kompetisi langsung, karena tuntutan zaman misalnya. Contoh soal penggunaan ukuran ban 26” yang beralih menjadi 27.5”.

Berikut ini line up sepeda downhill terbaru:

Rocky Mountain Maiden 2016

rocky mountain

Setelah hampir 4 tahun melakukan pengembangan, Rocky Mountain dengan bangga meluncurkan sepeda downhill yang dinamai Maiden. Sepeda yang menjadi pengembangan dari RM Flatline ini juga merupakan ujung tombak pabrikan ini. Frame yang terbuat dari carbon dirancang untuk Kompetisi World Cup, freeride, maupun digunakan dalam bike park. Maiden diproduksi dalam 2 ukuran ban, 26” dan 27,5”.

Nukeproof Pulse 2016

pulse 8

Dalam waktu singkat Nukeproof telah memantapkan diri menjadi pesaing utama dalam kompetisi downhill. Tahun 2015 lalu nukeproof telah meluncurkan Pulse versi 2016 dengan ban 27,5” yang menjadi pengembangan sejak pertama dikeluarkan untuk versi 2012.

Intense M16

intense downhill

Seperti tahun-tahun sebelumnya, desain sepeda downhill keluaran intense selalu tampak dengan siluet serupa. Downhill bike keluaran intense merupakan salah satu sepeda downhill terbaik. Intense-lah yang menjadi pabrikan pertama yang meluncurkan sepeda downhill dengan ban 27,5” dengan produk 951EVO, dan M16 ini merupakan inovasi dari produk sebelumnya.

Polygon Collosus DH9

polygon downhill

DH9 dilengkapi dengan “floating suspension” dengan travel 203 mm dan roda ukuran 27.5” untuk melewati setiap turunan yang curam, melibas cepat rintangan berbatu, dan melakukan lompatan besar. Sepeda andalan Polygon UR Team ini hadir dengan gabungan frame ALX pada bagian segitiga depan dan ACX pada segitiga belakang. Sepeda ini juga dilengkapi dengan “flip chip” pada bagian rear shock yang dapat digunakan untuk menyesuaikan geometri sepeda dan mengatur ketinggian BB untuk mengakomodasi rider yang memilih roda ukuran 26”.

Kona Supreme Operator

kona downhill

Tidak seperti kebanyakan sepeda downhill lain yang menggunakan wheel size 27,5″ , downhill bike keluaran kona tetap menggunakan ukuran ban 26″. Supreme Operator menggunakan material carbon pada segitiga depan. Dilengkapi shifter dan RD Sram DH X01.

Commencal Supreme DH V4 2016

Commencal DH

Commmencal DH Supreme dilengkapi dengan sistem suspensi yang mana mereka menyebutnya HPP (High Principal Pivot). Modifikasi geometri frame DH terbaru ini diklaim lebih cepat dan lebih fleksibel dibanding geometri frame DH sebelumnya.

Banshee Legend 2016

banshee downhill

Ada sejumlah perubahan yang signifikan pada Banshee Legend 2016. Menggunakan suspense dengan travel 205mm yang dipadukan dengan roda 650b, linkage yang juga telah didesain ulang untuk menjaga chainstay tetap bekerja optimal di trek DH. Geometri frame juga mengalami perubahan berdasarkan review dari para rider. Lalu manakah yang mendapatkan predikat sebagai sepeda downhill termahal? Mahal atau murahnya sebuah sepeda belum tentu menjamin tingkat kepuasan, tetapi lebih dipengaruhi oleh rasa syukur.

Julia Hofmann, Lady Biker dari Tim Cube Lulusan Desain Interior

0

BIKESTREAK – Julia Hofmann adalah salah satu biker wanita asal Jerman yang berbakat. Wanita lulusan desain interior ini mulai aktif di dunia sepeda sekitar 2004 lalu, dan saat ini (2014) berusia 29 tahun. Karena dia seorang interior designer, skripsi yang dikerjakan saat itu membahas tentang semua desain interior pada ruangan terkecil. Hal ini diapikasikannya pada Land Rover miliknya yang sering digunakan untuk mengangkut sepeda kemanapun dia pergi.

Kadang ia juga membuat video dan mengabadikan foto dari semua kisah travelingnya. Mungkin hal ini bisa menjadi inspirasi bagi yang ingin memodifikasi kendaraan pribadi agar serupa dengannya. Jarang sekali jika ada wanita yang dapat melakukannya sendiri. Mengingat hal ini merupakan pekerjaan laki-laki pada umumnya, maka cukup mengherankan bisa yang melakukannya adalah seorang wanita.

Sejak 2012 lalu Julia telah bergabung dalam tim Cube. Julia tidak hanya fokus ke satu bidang balap sepeda, terkadang menggeluti downhill, tetapi juga aktif dalam kompetisi enduro.

“saya dapat melatih kemampuan endurance melalui perbukitan panjang dengan baik dan juga menunggangi sepeda melewati salju, hal ini membuat saya lebih fit”, ungkap Julia.

 

Cara Mengetahui Ukuran Frame Sepeda Yang Benar

Frame Sepeda MTB – Bagi anda yang berminat membeli sepeda baru atau hanya frame saja untuk merakit sepeda harus memperhatikan beberapa hal termasuk mengetahui ukuran frame yang cocok dengan tinggi badan kita. Hal itu bertujuan untuk memberikan sara nyaman dan aman selama berkendara.

Bayangkan saja kalau ukuran frame sepeda kita lebih besar maupun lebih kecil sudah pasti sangat tidak nyaman digunakan. Jika terlalu besar kita membutuhkan tenaga ekstra untuk mengayuhnya dan sebaliknya apabila terlalu kecil maka kita merasa sangat kesulitan sebab pedal yang kita kayuh terasa lebih pendek.

Untuk itu anda harus menghitung Geometri sepeda dengan ukuran tubuh anda sebelum membelinya karena jika salah justru nanti menyesal setelah membeli sepeda dengan harga mahal.

Tapi anda tidak perlu khawatir karena di zaman yang serba canggih dan modern seperti saat ini semua dimudahkan oleh teknologi. Cukup dengan melakukan pengecekan di website masing-masing brand sepeda. Biasanya ukuran frame sepeda adalah XS, S, M, L dan XL atau jika memakai ukuran inch aseperti 14, 15, 16, 17, 18, 19.

Baca juga : Harga Sepeda Adrenalin Terbaru

Sedangkan untuk mengukur ukuran frame yang cocok untuk tubuh kita bisa melalui cara seperti berikut ini :

1. Apa saja variabel pengukurannya?

Variabel pengukurannya antara lain; tinggi badan/height dan panjang inseam atau jarak pangkal paha ke tanah

2. Bagaimana mengukurnya?

Dengan menggunakan penghitung atau tabel yang telah distandarisasi. Seperti dalam pembahasan di bawah nanti.

3. Apa yang dihasilkan?

Berupa angka ukuran frame yang menggunakan metode C-T (Center to Top) yaitu menghitung jarak dari pusat Bottom Bracket (BB) hingga ujung atas seat tube. Selain itu juga menghasilkan angka ukuran crank yang dihitung dari poros crank (BB) hingga ke poros pedal, hal ini dimaksudkan agar pengendara lebih nyaman ketika mengayuh pedal.

Mulai menghitung:

1. Lepaskan alas kaki kemudian berdiri tegak dengan tumit, pantat dan kalau bisa punggung menempel pada dinding yang tegak lurus. Jarak kedua telapak kaki membenggang kira-kira 30 cm seperti ketika mengayuh sepeda.

2. Mintalah seseorang mengukur tinggi badan anda (height) dan mengukur jarak dari lantai hingga pangkal paha atau selakangan (inseam). Catat keduanya

Situs 1 : Cek Frame Sepeda
Situs 2 : Cek Frame Sepeda
Situs 3 : Cek Frame Sepeda

3. Buka website dan pilih jenis sepeda anda. Kemudian masukkan angka-angka tadi ke tiap form.  Pada form Leg Length, masukkan angka inseam anda. Jika anda sulit mengkonversi ke Inchi maka ganti menjadi Centimeters pada kiri bawah.

4. Klik submit maka anda akan diberikan sheet data ukuran frame dan crank yang tepat untuk tubuh anda berikut range ukuran yang memungkinkan.

5. Jika anda enggan untuk menggunakan kalkulator online tersebut, maka anda juga bisa mendownload tabel frame & crank size.

6. Jika ukuran sepeda anda yang dimiliki saat ini tidak pas maka jangan berkecil hati, tetaplah bersepeda.

Berikut contoh tabel pengukuran ukuran tubuh :

Kompetisi Sepeda MTB Sri Lanka Rumble in the Jungle

0
mtb marathon

BIKESTREAK – Balap sepeda MTB kategori marathon ini akan menaklukkan trek sejauh 276 km dengan tanjakan sejauh 7,3 km yang terbagi dalam 4 tahap. Ketangguhan pembalap diuji dengan melalui jalur tanjakan dan turunan di area hutan yang lembab dan jalur perkebunan teh di dataran tinggi.

Race 1

Kuda Uya – Haputale > 80 km; 2,2 km tanjakan

38 pembalap dari 14 negara beradu dalam kompetisi ini untuk menjadi yang terdepan memperebutkan posisi pertama dari trek sejauh 80 km. Para pengendara telah diberi penjelasan singkat terhadap suhu tinggi di tahap pertama ini. Jalan berbatu yang kasar ditambah hujan yang stabil menjadi bumbu tambahan selama balapan berlangsung. Pembalap Spanyol, Ismael Ventura berhasil yang terdepan mencapai garis finish dengan memakan waktu 3:45:15.

Race 2

Haputapale > 62 km; 1,88 km tanjakan

Rute hari kedua disertai tanjakan sejauh hampir 1,9 km dan 8 km medan kasar yang sulit dilalui. Sekali lagi Ismael Ventura berhasil menempati posisi pertama dengan waktu 3 jam 14 menit.

Race 3

Kalapuhana – Nuwara Eliya > 78 km; 2,4 km tanjakan

Dalam beberapa kilometer selama pendakian para pembalap disuguhi beberapa pemandangan mengesankan dari air terjun tertinggi di Sri Lanka. Beberapa kondisi trek terdiri dari jalanan berpasir hingga berbatu. Di dataran tinggi tersebut para pembalap mendapat hak istimewa untuk melintasi jalur yang telah bertahun-tahun ditutup untuk umum. Lagi-lagi Ismail Ventura menempati posisi pertama dengan dibuntuti oleh Cory Wallace dengan selisih waktu 1 menit.

Race 4

Nuwara Eliya – Kandy > 52 km; 0,89 tanjakan

Ini menjadi tahapan termudah dari kompetisi Rumble in the Jungle. Tak diragukan lagi, melihat dari kompetisi sebelumnya, Ismael Ventura diprediksi menjadi pemenangnya, dan hal ini memang benar terjadi. (Bikestreak)

Transformasi Frame Polygon Collosus DH dari Tahun ke Tahun

0
sepeda downhill 2013

BIKESTREAK – Polygon mulai memasarkan downhill bike pada tahun 2007 yang sudah diperkenalkan pada akhir 2006 dengan nama Collosus DH 2.0. Seiring berjalannya waktu, rancangan frame dan komposisi parts yang digunakan silih berganti dengan berbagai perkembangan fitur dan teknologi. Tak hanya line up downhill bike, nama domain dan logo industri sepeda asal sidoarjo tersebut juga mengalami perombakan. Dari polygoncycle.com berganti polygonbikes.com, dan logo baru polygon yang sekarang berbentuk heksagon, namun bikestreak tidak membahas soal itu. Kembali lagi pada jajaran Collosus DH, sebenarnya tidak banyak info yang didapat, karena produk yang sudah discontinue tentu saja sudah dihapus pada website resmi.

polygon_logo

Collosus DH 2.0 2007

polygon downhill 2007

Sepeda ini merupakan sepeda downhill pertama yang dikeluarkan polygon ke pasaran pada 2007. Menggunakan suspensi belakang Quad Suspension System big hit dengan travel 8-9 inci keluaran Manitou Metel, dan untuk fork depan dipilih produk Rock Shox Boxxer Team. Drivetrain memakai Shimano Saint dipadu chain guide FSA.

Collosus DH 2.0 2009

downhill polygon 2008

Beberapa tahun lalu Insera & Astro memang melakukan kerja sama yang lebih intens. Astro & Insera bisa dibilang 2 karakter perusahaan yang berbeda dengan kekuatan yang berbeda, Astro sangat baik di bidang frame building (Industri ini mendesain frame GT selama beberapa tahun, Moondraker yang dipakai Fabien Barel, Foes, Azonic (brand ini dulunya milik Astro), KHS dll..) namun mereka tidak membuat sepeda, sedangkan Insera mempunyai lab test yang sangat lengkap, namun kurang memiliki resource dalam hal building hi end frame. Jika sebatas hardtail non carbon memang mampu inhouse, selebihnya hanya kirim gambar ke Taiwan dan minta mereka buat.

Collosus DH 2010

sepeda downhill 2010

Mulai 2010 polygon mengeluarkan lebih dari satu varian sepeda downhill, disamping DH 2.0 juga ada DHX dengan pilihan komponen yang lebih tinggi dari 2.0. Frame keluaran 2010 ini menjadi penyempurnaan dari edisi 2009, sekaligus menjadi frame DH dengan desain paling simpel diantara jajaran Collosus DH yang lain.

Collosus DH 2011

polygon dh 2011

Hanya jeda setahun, polygon kembali meluncurkan geometri baru untuk sepeda downhillnya. DH 2011 ini menggunakan ALX6XXX Alloy Frame dengan travel 8 inci. Berbeda dengan line up DH yang lain, pada salah satu varian DH 2011 ini polygon menggunakan drivetrain keluaran Sram.

Collosus DH 2012

sepeda downhill 2013

Hingga saat ini (setidaknya saat artikel ini ditulis) geometri DH 2012 masih digunakan. Bisa jadi ini merupakan frame dengan teknologi terbaik yang dimiliki polygon. Frame yang sangat kokoh sehingga las-lasan pada frame terlihat dengan jelas. Penggunaan teknologi suspensi FS2 (Floating Suspension Generation 2) terbukti lebih responsif dibanding geometri sebelumnya. Berkat teknologi tersebut, kontrol sepeda menjadi lebih baik, kuat, dan memiliki kemampuan manuver yang tinggi. Teknologi FS2 juga memungkinkan bobot sepeda lebih ringan sekitar 200-800 gram untuk setiap jenisnya.

Prototype Collosus DH

sepeda polygon terbaru

Diluar line-up diatas, polygon meluncurkan prototype sepeda downhill yang tidak dilempar kepasaran. Tampak suspensi belakang yang telah didesain ulang. Frame pada sepeda ini menggunakan desain dual link. Kedua link prototipe lebih pendek, dengan unit yang lebih rendah tidak berputar di sekitar braket bawah seperti pada Collosus. Posisi rear shock juga tampak lebih tegak.

Melihat Suasana Kantor dan Pabrik Suspensi Fox

0
pintu kantor

BIKESTREAK – Semua pesepeda pasti banyak yang tahu brand suspensi yang sangat terkenal, Fox. Baru-baru ini produsen suspensi ternama tersebut membuka pameran untuk pengunjung yang ingin melihat lebih jauh mengenai kantor eksklusif dan pabrik mereka di Watsonville, dimana industri tersebut merakit suspensi mereka di Amerika Serikat. Tentu tidak semua wilayah boleh dimasuki oleh pengunjung. Beberapa tempat R&D (Research and Development) merupakan daerah terlarang dimana pengunjung umum dilarang masuk. Foto-foto dibawah sekiranya dapar menggambarkan beberapa produk jadul hingga tipe terbaru yang memiliki teknologi tinggi.

office wall

Tampilan dinding kantor barsampul timeline sejarah awal berdirinya Fox mulai 1955, ketika Bob Fox pertama kali berkecimpung dengan produk suspensi.

old rear shock

Produk rear shock pertama buatan fox.

some rear shock

inner part

Beberapa jajaran produk fox termasuk produk prototype yang dipajang rapi disertai keterangan fitur-fiturnya.  Disni pengunjung dapat melihat sisi bagian dalam dari beberapa suspensi.

fox prototype

beberapa ide yang tidak terealisasi karena dinilai kurang efektif juga terpampang disini.

trek dh

Ini adalah sepeda yang digunakan Aaron Gwin saat pertama kali memenangi kompetisi World Cup. Salah satu kebanggaan Fox.

Setelah menampilkan beberapa isi museum fox, kini beralih ke tempat perakitan dan quality control.

[easingslider id=”1302″]

mesin pembuatan suspensi

mesin ini membutuhkan pengukuran yang super akurat dari berbagai bagian.

Kashima coated stanchions

Beberapa stanchion dari kashima coated yang dijajar sebelum terpasang.

pengujian produk

Garpu di FOX diperiksa dengan tangan dan juga pada mesin dynotest. Hal ini memastikan pengujian yang tepat dari gesekan, kompresi, dan rebound.

data output

Komputer ini memonitor efisiensi hasil output.

fox product

Beberapa tumpukan garpu di atas rak dan siap untuk dipacking dan dikirim ke pelanggan atau mungkin juga untuk menjadi bagian dari OEM sepeda.

suasana pabrik

Beginilah suasana saat jeda istirahat. Tak ada seorang pun yang berada dalam pabrik, mungkin terkesan horor saat malam hari. Sepertinya Fox memiliki sistem kerja yang cukup efisien.

pict source: mtbmag

Redbull Arena Bangun Bike Park Di Dalam Gua Bawah Tanah

0
mega cavern

BIKESTREAK – Redbull selalu membuat sensasi yang unik dalam mengeksplorasi olahraga ekstrim. Salah satunya dalam dunia sepeda MTB dengan membuat bikepark yang tidak biasa. Umumnya bikepark dibuat di pegunungan ataupun ditengah hutan. Kali ini redbull membuat bikepark yang dibangun didalam gua di bawah tanah.

Bikepark ini terletak 100 ft atau sekitar 30 meter dibawah permukaan bumi. Bertempat di bekas tambang batu kapur seluas 4.000.000 ft persegi atau 1.220.000 meter persegi di daerah Louisville, Kentucky. Mereka menyebutnya Mega Cavern Bike Park. Disana dibangun sejumlah 45 jalur sepeda, seperti multiple jump lines, pump tracks, dual slalom, trek  BMX, dan bahkan juga single track dan jalur cross country.

Aaron Chase, Adam Hauck dan Reed Boggs mencoba trek dalam gua ini dan tinggal di bawah tanah selama 24 jam penuh. Mereka menggunakan sepeda dirtjump dalam melakukan aksinya. Selanjutnya untuk mendeskripsikan redbull arena ini biar gambar yang berbicara.

Sekilas Prototype Sepeda Polygon Collosus DH 27,5″

0
collosus dh 650b

BIKESTREAK – Model ini merupakan prototype polygon Collosus DH ke 2 kalinya. Frame aluminium ini dapat menyesuaikan pada ukuran ban 26” maupun 27,5” dengan menggeser perangkat semacam chip adjustable pada drop out dibagian swing arm. Dengan adanya fitur ini diharapkan dapat menyesuaikan kondisi trek apakah medan lintasan tersebut lebih cocok menggunakan ban 26” atau 27,5”.

Untuk efisiensi berat, seluruh part dari frame menggunakan material titanium dan carbon. Crankset E13 TRS disematkan pada frame ini, ditambah stem keluaran Spank untuk memangkas bobot frame. Meskipun memperhitungkan bobot frame agar seringan mungkin, bukan berarti akan mengurangi kekuatan dan daya tahannya.

Sistem suspensi belakang kali ini berbeda dengan versi prototype sebelumnya yang dipasang secara vertikal. Rear shock tersebut dipasang dibawah seat tube dalam posisi yang lebih horizontal pada downtube. Suspensi belakang sepeda downhill ini dijepit diantara folating dual link untuk memiliki daya redam yang baik. Masih ada sejumlah prototype pada shock belakang untuk mencari komposisi yang sehalus mungkin.

suspensi collosus dh 650

RECENT POST