Mountain Bike

Home Mountain Bike
berita terbaru seputar mountain bike dari dalam maupun luar negeri

Redbull Arena Bangun Bike Park Di Dalam Gua Bawah Tanah

0
mega cavern

BIKESTREAK – Redbull selalu membuat sensasi yang unik dalam mengeksplorasi olahraga ekstrim. Salah satunya dalam dunia sepeda MTB dengan membuat bikepark yang tidak biasa. Umumnya bikepark dibuat di pegunungan ataupun ditengah hutan. Kali ini redbull membuat bikepark yang dibangun didalam gua di bawah tanah.

Bikepark ini terletak 100 ft atau sekitar 30 meter dibawah permukaan bumi. Bertempat di bekas tambang batu kapur seluas 4.000.000 ft persegi atau 1.220.000 meter persegi di daerah Louisville, Kentucky. Mereka menyebutnya Mega Cavern Bike Park. Disana dibangun sejumlah 45 jalur sepeda, seperti multiple jump lines, pump tracks, dual slalom, trek  BMX, dan bahkan juga single track dan jalur cross country.

Aaron Chase, Adam Hauck dan Reed Boggs mencoba trek dalam gua ini dan tinggal di bawah tanah selama 24 jam penuh. Mereka menggunakan sepeda dirtjump dalam melakukan aksinya. Selanjutnya untuk mendeskripsikan redbull arena ini biar gambar yang berbicara.

Kompetisi Sepeda Gunung – Tambora Challenge Di Gunung Tambora NTB

0
tambora challenge 2015

BIKESTREAK – Sebentar lagi, tepatnya 5 April 2015 merupakan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora yang berlokasi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Letusan yang terjadi pada tahun 1815 itu telah menewaskan sekitar 91000 jiwa, menghancurkan 3 kerajaan, yakni Sanggar, Tambora, dan Pekat. Letusan ini melempar material sebanyak 150 miliar  yang berakibat munculnya kawah sedalam 1.100 meter dengan luas 6,2 kilometer.

Kala itu kepulan asap menjulang setinggi 43 kilometer, dengan abu vulkanik yang menyebar hingga Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Saking kerasnya suara gemuruh terdengar hingga pulau Sumatra yang berjarak 2.600 kilometer dari Tambora. Akibat letusan ini juga merubah ketinggian Gunung Tambora yang sebelumnya 4.200 mdpl menjadi hanya 2.700 mdpl.

Selama 2 hari kawasan sekitar diliputi kegelapan hingga radius sekitar 600 kilometer dari puncak gunung. Seluruh hewan dan tumbuhan telah mati. Sejumlah penyakit menyerang penduduk yang selamat, karena air di area tersebut telah terkontaminasi material beracun efek dari abu vulkanik. Kisah 200 tahun silam ini tetap membekas di kalangan masyarakat dengan menyebarnya cerita dari mulut ke mulut hingga kini.

tambora menyapa dunia

Saat ini, melalui peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Sumbawa, pemerintah NTB akan mempromosikan Pulau Sumbawa secara optimal agar kelak dapat sejajar dengan Lombok. Bekerja sama dengan harian Kompas, pemerintah NTB menyelenggarakan beberapa event kompetisi sepeda gunung yang disebut Tambora Challenge.

Even tersebut terbagi dalam 3 bagian yakni Tambora Bike, Trans Sumbawa, dan Tambora Trail Run. Lomba lari Trail Run ini mengambil lintasan dari Doro Ncanga menuju puncak Gunung Tambora pergi-pulang, dengan opsi 24 dan 42 kilometer.

Tantangan lainnya adalah Trans Sumbawa berupa lomba lari maraton sejauh 320 kilometer mulai dari Pototano yang berada di ujung barat Pulau Sumbawa hingga Doro Ncanga. Lomba lari dimulai pada 8 April 2015. Tambora Bike merupakan perjalanan bersepeda sejauh 409 kilometer dari Kota Mataram (Lombok) menuju Doro Ncanga di kaki Gunung Tambora.

Kompetisi bersepeda tersebut akan berlangsung pada 9-11 April mendatang sebanyak 3 etape:

  • Etape Pertama (126 km) : Mataram – Kayangan – Pototano – Utan
  • Etape Kedua (160 km) : Utan – Pidang Sejauh
  • Etape Ketiga (123 km) : Pidang – Dorocanga (Kaki Gunung Tambora)

Kompetisi Sepeda MTB Sri Lanka Rumble in the Jungle

0
mtb marathon

BIKESTREAK – Balap sepeda MTB kategori marathon ini akan menaklukkan trek sejauh 276 km dengan tanjakan sejauh 7,3 km yang terbagi dalam 4 tahap. Ketangguhan pembalap diuji dengan melalui jalur tanjakan dan turunan di area hutan yang lembab dan jalur perkebunan teh di dataran tinggi.

Race 1

Kuda Uya – Haputale > 80 km; 2,2 km tanjakan

38 pembalap dari 14 negara beradu dalam kompetisi ini untuk menjadi yang terdepan memperebutkan posisi pertama dari trek sejauh 80 km. Para pengendara telah diberi penjelasan singkat terhadap suhu tinggi di tahap pertama ini. Jalan berbatu yang kasar ditambah hujan yang stabil menjadi bumbu tambahan selama balapan berlangsung. Pembalap Spanyol, Ismael Ventura berhasil yang terdepan mencapai garis finish dengan memakan waktu 3:45:15.

Race 2

Haputapale > 62 km; 1,88 km tanjakan

Rute hari kedua disertai tanjakan sejauh hampir 1,9 km dan 8 km medan kasar yang sulit dilalui. Sekali lagi Ismael Ventura berhasil menempati posisi pertama dengan waktu 3 jam 14 menit.

Race 3

Kalapuhana – Nuwara Eliya > 78 km; 2,4 km tanjakan

Dalam beberapa kilometer selama pendakian para pembalap disuguhi beberapa pemandangan mengesankan dari air terjun tertinggi di Sri Lanka. Beberapa kondisi trek terdiri dari jalanan berpasir hingga berbatu. Di dataran tinggi tersebut para pembalap mendapat hak istimewa untuk melintasi jalur yang telah bertahun-tahun ditutup untuk umum. Lagi-lagi Ismail Ventura menempati posisi pertama dengan dibuntuti oleh Cory Wallace dengan selisih waktu 1 menit.

Race 4

Nuwara Eliya – Kandy > 52 km; 0,89 tanjakan

Ini menjadi tahapan termudah dari kompetisi Rumble in the Jungle. Tak diragukan lagi, melihat dari kompetisi sebelumnya, Ismael Ventura diprediksi menjadi pemenangnya, dan hal ini memang benar terjadi. (Bikestreak)

Lintasan Sepeda Di Pegunungan Cederberg, Berbatu Dan Asing

0
trek freeride

BIKESTREAK – Ewald Sadie ialah seorang fotografer khusus action sports dan outdoor asal Afrika Selatan. Foto-foto dibawah ini merupakan bagian dari perjalanannya bersama Matthieu Hamel. Karena keinginannya mencari sesuatu yang unik, tujuannya kali ini adalah Cederberg, suatu daerah yang tandus dan berbatu namun memiliki pemandangan yang indah dengan dataran tinggi yang diselimuti bebatuan.

Dihabiskan waktu 3 jam dengan sepeda gunung melalui jalanan penuh kerikil saat mencari perkemahan. Suhu di siang hari pun melonjak bersama matahari yang mulai naik. Dengan sebagian besar medan yang tak mungkin dilewati sepeda, beberapa kali mereka harus memanggul sepedanya, bersama dengan perlengkapan makanan minuman dan tentu saja kamera.

medan berbatu

Setelah melalui lintasan sepeda di pegunungan yang sulit, akhirnya terbayar dengan ditemukannya lokasi yang benar-benar menakjubkan, baik untuk pemotretan ataupun jalur untuk bersepeda. Berbagai variasi bentuk dan ukuran batuan alam tampak berjajar dengan indah sehingga wilayah ini bisa menjadi lokasi yang pas untuk fotografi action sport.

Hasil Final Red Bull Rampage 2014

0
pembalap rebull rampage

BIKESTREAK – Redbull rampage 2014 ini menjadi kompetisi freeride tergahar tahun ini. Masing-masing peserta saling beradu teknik dalam melewati berbagai obstacle yang ekstrim seperti tebing yang terjal dan turunan vertikal yang sangat tinggi. Tahun ini acara tersebut diselenggarakan pada 28 dan 29 September.

Rider asal Spanyol, Lacondeguy menjadi pemenang pada final yang diadakan dihari kedua tanggal 29 September dengan skor 95,25. Cam Zink melakukan trik terbaik dengan style 360, demikian juga dengan Brandon semenuk, bedanya saat landing ia tidak melakukannya dengan sempurna. Tak hanya kecepatan mencapai garis finish yang menjadi penilaian, kemampuan dalam melakukan freestyle pun juga diperhatikan.

redbull rampage rider

FINAL RESULTS

  1. Andreu Lacondeguy – ESP – 25 (YT) – 95.25
  2. Cam Zink – USA – 28 (YT) – 89.50
  3. Brandon Semenuk – CAN – 23 (Trek) – 89.25
  4. Kyle Strait – USA – 27 (GT) – 89.00
  5. Brett Rheeder – CAN – 21 (Trek) – 88.50
  6. Kyle Norbraten – CAN – 28 (Specialized) – 82.75
  7. Jeff Herbertson – USA – 25 (Pivot) – 82.50
  8. Brendan Fairclough – GBR – 27 (Scott) – 77.25
  9. Paul Basagoitia – USA – 27 (Scott) – 76.50
  10. Mitch Chubey – CAN – (Morpheus) – 76.25
  11. Szymon Godziek – POL – 22 (Dartmoor) – 76.00
  12. Kelly McGarry – NZL – 32 (Diamond Back) – 73.25
  13. Thomas Genon BEL – 21 (Canyon) – 71.50
  14. Louis Reboul – FRA – 21 (Scott) – 70.75
  15. Carson Storch – USA – 21 (Diamond Back) – 69.25
  16. Pierre Edouard Ferry – FRA – 32 (Commencial) – 67.50
  17. Geoff Gulevich – CAN – 27 (Rocky Mountain) – 66.00
  18. Ramon Hunziker – SUI – 29 (Trek) – 37.75
  19. Tom van Steenbergen – CAN – 18 (Trek) – 35.00
  20. Mike Montgomery – USA – 27 (Mongoose) – 24.00

Best Trick – Cam Zink

People’s Choice Award – Brandon Semenuk

Transformasi Frame Polygon Collosus DH dari Tahun ke Tahun

0
sepeda downhill 2013

BIKESTREAK – Polygon mulai memasarkan downhill bike pada tahun 2007 yang sudah diperkenalkan pada akhir 2006 dengan nama Collosus DH 2.0. Seiring berjalannya waktu, rancangan frame dan komposisi parts yang digunakan silih berganti dengan berbagai perkembangan fitur dan teknologi. Tak hanya line up downhill bike, nama domain dan logo industri sepeda asal sidoarjo tersebut juga mengalami perombakan. Dari polygoncycle.com berganti polygonbikes.com, dan logo baru polygon yang sekarang berbentuk heksagon, namun bikestreak tidak membahas soal itu. Kembali lagi pada jajaran Collosus DH, sebenarnya tidak banyak info yang didapat, karena produk yang sudah discontinue tentu saja sudah dihapus pada website resmi.

polygon_logo

Collosus DH 2.0 2007

polygon downhill 2007

Sepeda ini merupakan sepeda downhill pertama yang dikeluarkan polygon ke pasaran pada 2007. Menggunakan suspensi belakang Quad Suspension System big hit dengan travel 8-9 inci keluaran Manitou Metel, dan untuk fork depan dipilih produk Rock Shox Boxxer Team. Drivetrain memakai Shimano Saint dipadu chain guide FSA.

Collosus DH 2.0 2009

downhill polygon 2008

Beberapa tahun lalu Insera & Astro memang melakukan kerja sama yang lebih intens. Astro & Insera bisa dibilang 2 karakter perusahaan yang berbeda dengan kekuatan yang berbeda, Astro sangat baik di bidang frame building (Industri ini mendesain frame GT selama beberapa tahun, Moondraker yang dipakai Fabien Barel, Foes, Azonic (brand ini dulunya milik Astro), KHS dll..) namun mereka tidak membuat sepeda, sedangkan Insera mempunyai lab test yang sangat lengkap, namun kurang memiliki resource dalam hal building hi end frame. Jika sebatas hardtail non carbon memang mampu inhouse, selebihnya hanya kirim gambar ke Taiwan dan minta mereka buat.

Collosus DH 2010

sepeda downhill 2010

Mulai 2010 polygon mengeluarkan lebih dari satu varian sepeda downhill, disamping DH 2.0 juga ada DHX dengan pilihan komponen yang lebih tinggi dari 2.0. Frame keluaran 2010 ini menjadi penyempurnaan dari edisi 2009, sekaligus menjadi frame DH dengan desain paling simpel diantara jajaran Collosus DH yang lain.

Collosus DH 2011

polygon dh 2011

Hanya jeda setahun, polygon kembali meluncurkan geometri baru untuk sepeda downhillnya. DH 2011 ini menggunakan ALX6XXX Alloy Frame dengan travel 8 inci. Berbeda dengan line up DH yang lain, pada salah satu varian DH 2011 ini polygon menggunakan drivetrain keluaran Sram.

Collosus DH 2012

sepeda downhill 2013

Hingga saat ini (setidaknya saat artikel ini ditulis) geometri DH 2012 masih digunakan. Bisa jadi ini merupakan frame dengan teknologi terbaik yang dimiliki polygon. Frame yang sangat kokoh sehingga las-lasan pada frame terlihat dengan jelas. Penggunaan teknologi suspensi FS2 (Floating Suspension Generation 2) terbukti lebih responsif dibanding geometri sebelumnya. Berkat teknologi tersebut, kontrol sepeda menjadi lebih baik, kuat, dan memiliki kemampuan manuver yang tinggi. Teknologi FS2 juga memungkinkan bobot sepeda lebih ringan sekitar 200-800 gram untuk setiap jenisnya.

Prototype Collosus DH

sepeda polygon terbaru

Diluar line-up diatas, polygon meluncurkan prototype sepeda downhill yang tidak dilempar kepasaran. Tampak suspensi belakang yang telah didesain ulang. Frame pada sepeda ini menggunakan desain dual link. Kedua link prototipe lebih pendek, dengan unit yang lebih rendah tidak berputar di sekitar braket bawah seperti pada Collosus. Posisi rear shock juga tampak lebih tegak.

UCI Mountain Bike World Cup 2014 Berakhir dengan Kemenangan Jolanda Neff dan Absalon

0
mountain bike world cup

BIKESTREAK – UCI World Cup MTB 2014 yang disponsori Shimano telah berakhir. Sebelumnya Jolanda Neff (Liv Pro XC) sudah mengunci gelar kategori wanita sebelum final, begitu juga pada kategori pria yang dimenangi Julien Absalon (BMC).

Para pembalap dihadapkan pada tanjakan curam dan turunan yang sulit ditaklukkan. Diperlukan kombinasi antara skill dan stamina yang baik untuk dapat melakukannya dengan baik. Dalam balapan sebanyak 6 lap ini, Neff meninggalkan rival dibelakangnya, Gunn-Rita Dahle Flesjaa (Multivan Merida) dan Pauline Ferrand Prevot (Liv Pro XC) dengan selisih jeda waktu 28 detik.

Ini merupakan program yang sangat bagus, memerlukan teknik yang memadai untuk melahap medan turunan, dan saya sangat menikmatinya. Start sangat menentukan disini, karena tidak ada loop start yang panjang menuju single track, jadi melakukan start yang baik sangat penting dalam balapan. Ini merupakan kemenangan yang istimewa, meskipun saya tak perlu melakukan secara keseluruhan (untuk menjuarai World Cup), saya sangat senang untuk memenangkan trofi.

Neff memenangi gelar keseluruhan dengan 1300 poin dan tiga kemenangan untuk musim ini. pemenang termuda di kejuaraan World Cup XC karena dia sebenarnya adalah pembalap U-23.

World Cup kategori Pria telah didominasi oleh dua pembalap, Absalon dan Schurter, masing-masing dengan 3 kemenangan. Hanya saja Schurter telah melewatkan putaran kedua. Absalon memenangkan gelar Piala Dunia dengan 1490 poin, diikuti oleh Schurter di 1330, dan McConnell finish ketiga dengan 970 poin.

Red Bull Rampage Kompetisi Downhill Freeride Terbesar

0

BIKESTREAK – Kompetisi balap sepeda freeride ini diadakan di dekat Zion National Park di Virgin, Utah, Amerika Serikat. Awal mula diadakan berlangsung dari tahun 2001 hingga 2004, namun sempat diberhentikan setelahnya mengingat tingginya resiko yang dihadapi para pemainnya. Empat sesudahnya, pertandingan bergengsi ini dihelat kembali pada 2008. Hingga saat ini, Red Bull Rampage menjadi salah satu even tahunan terbesar dari berbagai perlombaan sepeda MTB.

Disini para pembalap diberi kebebasan memilih trek yang akan dilalui dari titik start hingga finish tanpa dipandu pita pembatas seperti dalam cabang downhill. Skill dan kompleksitas trik freestyle antar rider menjadi penilaian tersendiri.

rampage

Berbagai peserta terdiri dari berbagai mayor disiplin seperti praktisi slopestyle, pembalap downhill, dan pemain freeride yang masing-masing akan beradu skill dan keberanian. Dalam rangka untuk menjamin keamanan tertinggi untuk atlet dan penonton, hanya sejumlah tiket bisa dijual untuk even ini. Jika ingin menyaksikannya, acara ini disiarkan langsung melalui Redbull TV dan NBC.

redbull rampage

Tahun ini Red Bull Rampage disponsori oleh GoPro. Acara ini merupakan bagian dari Red Bull Signature Series, kompetisi paling progresif dari seluruh even olahraga.

RECENT POST