SHARE
pelumas rantai sepeda

BIKESTREAK – Beberapa orang tidak setuju terhadap manfaat chain wax dibandingkan minyak dalam melindungi rantai dari kotoran dan kelembaban. Minyak masih menjadi perawatan yang lebih umum bagi rantai, dan juga lebih fleksibel, karena dapat digunakan kapan saja diperlukan tanpa memerlukan berbagai persiapan. Chain wax mampu membersihkan kotoran dan menjaga rantai dalam kondisi yang baik untuk jangka waktu yang cukup lama, namun penggunaannya kurang cocok untuk iklim basah.

Alternatif beeswax

Kedua produk umumnya berasal dari petrolium. Chain wax sering menggunakan lilin parafin sebagai bahan utamanya. Untuk waterproof yang lebih baik dapat ditambahkan beeswax (lilin madu), yang mana cara ini dikatakan dapat memperpanjang usia dan menjaga kinerja rantai, meskipun pada dasarnya beeswax tidak digunakan untuk hal ini.

Perbedaan kepekatan

Minyak Rantai lebih encer dan mudah masuk ke dalam roller dan ruang antara link pada rantai. Dalam kondisi meleleh, lilin memiliki konsistensi yang mirip dengan minyak rantai tapi membeku saat cuaca dingin. Selama rantai terus berputar saat pedal dikayuh, partikel lilin akan menyebar keseluruh rantai.

Tidak ada studi khusus untuk mendukung klaim terhadap penggunaan lilin atau minyak sebagai pelumas rantai terbaik. Minyak rantai tidak bertahan cukup lama, kotoran mudah menempel, terlalu banyak pemakaian juga kurang bagus. Di sisi lain pelumas lilin tidak bekerja sebaik pelumas minyak, meskipun mampu menjaga rantai dari kotoran yang menempel. Beberapa produsen pelumas rantai menganjurkan untuk membersihkan rantai dan melumasi kembali setelah beberapa kali sepeda digunakan. Penambahan chain wax diperlukan setiap sepeda menempuh jarak sekitar 500-800km.

LEAVE A REPLY