SHARE

BIKESTREAK – Setelah beberapa tahun melakukan pengujian dan pengembangan, tim dari Sram menekankan bahwa modulasi, kemudahan penggunaan, dan kehandalan dalam berbagai kondisi menjadi target utama untuk sistem baru yang dikeluarkan SRAM. Memakai rem super pakem yang mudah mengunci putaran roda tentu sangat tidak nyaman dan akan menghambat peningkatan skill pembalap.

Tidak seperti perangkat rem mekanik yang menggunakan kekuatan daya tarik kabel untuk menggerakkan caliper, sistem hidrolik menggunakan kekuatan dorongan minyak untuk melakukannya. Teknologi ini memang telah digunakan pada sepeda MTB bertahun-tahun lalu, namun tidak pada road bike, bisa jadi karena bobot yang lebih berat sistem mekanik mengingat roadbike sangat memperhatikan bobot sepeda.

Lebih Berat dari Sistem Mekanik

Disini Sram Red 22 memiliki dua pilihan perangkat rem hidrolik: rem dengan kaliper yang terletak pada rim/velg dan pada cakram. Perangkat rem Hydro R untuk rim/velg dapat dipasang pada roda dan frame standar, dengan bobot sekitar 104gr lebih berat dari sistem pengereman mekanik dari Sram Red 22. Pilihan lain yaitu Hydro R untuk opsi cakram lebih berat 463gr dari sistem mekanik (tidak termasuk perubahan wheelset dan fork untuk disc brake).

Sistem hidrolik pada Sram Red 22 ini dirancang untuk dapat melakukan pengereman secara smooth / soft dan juga mengatasi panas yang muncul akibat gesekan kaliper terhadap rim maupun cakram. Jadi perangkat dari Sram ini tidak akan menghasilkan panas berlebih pada velg sepeda dan tetap dapat bekerja dengan baik meskipun dalam kondisi panas.

sram red hydraulic discbrake

LEAVE A REPLY