Reviews

Home Reviews
review fullbike maupun komponen & aksesoris dari berbagai jenis & merk sepeda

Spesifikasi Sepeda Downhill Giant Trance 2017, Kini Lebih Stabil

0
trail 275

BIKESTREAK – Sama seperti versi sebelumnya, sepeda trail enduro keluaran Giant ini tetap menggunakan suspensi belakang dengan travel sepanjang 140mm dan roda berukuran 27,5”. Namun demikian desain dan geometri dari frame Giant Trance 2017 kini telah mengalami beberapa pembaruan. Mereka (bagian marketing) mengklaim sepeda ini mampu melewati tanjakan semudah menggunakan sepeda XC, namun juga mampu melibas trek turunan layaknya  sepeda enduro.

Pengembangan Geometri

Desainer mereka berusaha membuat spesifikasi sepeda downhill Giant Trace untuk frame yang memiliki kestabilan lebih baik dari versi sebelumnya. Salah satu perubahan ini adalah merevisi konfigurasi suspensi agar keseimbangan lebih terjaga. Link suspensi belakang kini dibuat dari material karbon, yang membuat bobot link lebih terpangkas dari model sebelumnya yang terbuat dari bahan aluminium.

Pivot utama yang kini ditempatkan sedikit lebih rendah dari seat tube. Shock yang baru juga diklaim memiliki jangkauan rebound adjustment yang lebih luas, sehingga memudahkan rider untuk mencari setingan yang lebih presisi. Panjang chainstay kini lebih pendek 5mm yang kini menjadi 435mm. dan ketinggian bottom bracket juga lebih rendah 5 mm dari versi sebelumnya. Bagian fork memiliki travel 150 mm dengan sudut head angle sebesar 67 derajat.

Jajaran tertinggi akan dilengkapi dengan drivetrain SRAM Eagle 12 speed, kaki-kaki menggunakan ban Schwalbe Nobby Nic, Garpu depan memakai Rockshox Pike RCT3 dan pada shock belakang terpasang Rockshox Super Deluxe RC3.

Juliana Roubion – Sepeda All Mountain Khusus Wanita

0
sepeda AM wanita

BIKESTREAK – Juliana adalah brand sepeda pertama yang benar-benar meluncurkan sepeda AM / Enduro khusus untuk wanita. Sama sekali tidak ada komponen entry level yang tersemat didalamnya.

Frame sepeda berwarnya hijau ini terbuat dari serat karbon yang kaku. Meskipun dedesain untuk menangani medan DH trails, sepeda ini juga bisa menghadapi jalur tanjakan dengan baik. Chainstay pada frame Roubion sedikit lebih panjang dibanding beberapa sepeda di kelasnya, sehingga mudah untuk memasang ban tapak lebar pada frame, bahkan masih ada ruang tersisa.

rear shock cane creek

Juliana Roubion menggunakan sistem VPP yang dipatenkan Santa Cruz. Suspensi Virtual Pivot Point memiliki link pendek yang menghubungkan segitiga belakang. Frame yang dikombinasikan dengan fork (Rockshox Pike RCT3 Solo Air 150mm) dan rearshock (Fox Float CTD / Cane Creek Double Barrel) yang memiliki fitur lockout akan memudahkan rider saat melalui jalanan menanjak. Anda dapat mengatur kecepatan rebound sesuai keinginan anda. Head angle dengan sudut 67° membuat sepeda cocok untuk turunan namun juga tidak menyulitkan untuk mengatasi tanjakan.

handlebar carbon 720mm

Handlebar karbon sepanjang 720mm baik untuk sebagian besar pengendara perempuan, namun untuk beberapa orang mungkin dirasa terlalu sempit, terlebih jika dikombinasikan dengan top tube pendek.

garpu rock shox

Rim karbon keluaran ENVE M60 Forty memberikan tingkat kepresisian yang tinggi pada rim ukuran 27,5”.

sram xx1 rd

Drivetrain Sram XX1 (single crank 32T, sprocket 11 speed) bekerja dengan responsif dan tak berisik, terlebih dengan adanya pelindung karet pada chainstay. Secara keseluruhan, sepeda ini sangat bagus untuk sepeda perempuan yang disertai komponen-komponen terbaik.

Dartmoor Wish Pro – Sepeda Freeride yang Lincah dan Handal

0
sepeda freeride dartmoor wish

BIKESTREAK – Produk Dartmoor Wish Pro dirancang untuk semua pencinta sepeda yang hobi menantang adrenaline di pegunungan. Anda akan merasakan kenikmatan bermain di bikepark dan melahap drop off tinggi. Sepeda ini dilengkapi dengan fork bersuspensi udara Rock Shox Lyrik dan Rock Shox Monarch yang memiliki fitur adjustable untuk menyesuaikan suspensi sesuai kebutuhan pengguna dan jenis medan yang dilalui. Fork dan rear shock dari Rockshox ini menggantikan Xfusion yang digunakan pada produk dartmoor wish pro keluaran tahun 2012.

Stang / handlebar dari sepeda ini memakai produk dari dartmoor sendiri yang dinamai Dartmoor Nitro, disertai sistem perangkat pengereman menggunakan cakram hidrolik Avid Elixir 5. Crank menggunakan Truvativ Hussefelt dengan chainring yang juga produk dartmoor yang dinamai Dartmoor Totem. Velg yang kuat dan ringan didasarkan pada rim Raider dengan hub depan keluaran Revolt 20 dan Vee-Oh untuk hub belakang yang lebih kaku. Sistem transmisi dipercayakan pada komponen Sram X7 untuk rear derailleur, dengan shifter 9 speed type Sram X5.

Travel pada shock belakang frame Dartmoor Wish keluaran 2012 sepanjang 160mm, dan untuk tahun 2014 memakai shock belakang dengan travel sepanjang 170mm. Frame dartmoor wish cocok untuk penggunaan freeride terlebih jika dimainkan di bikepark. Geometri yang kompak dengan sudut agresif membuat Dartmoor Wish benar-benar lincah dan handal bahkan pada kecepatan tinggi.

  • Frame: alu 7005 with 160mm travel and tapered head tube
  • Fork: Rock Shox Lyrik Solo Air R, 160mm, 20mm axle
  • Shock: Rock Shox Monarch R 216x63mm
  • Handlebar: Dartmoor Nitro, alu 7075, diameter: 31.8mm, width: 780mm
  • Stem: Dartmoor Fury 2013 OEM, alu 6061, diameter: 31.8mm
  • Crankset: Truvativ Hussefelt
  • Chainring: Dartmoor Totem 36T
  • BB: Truvativ How XR73 BB
  • Pedals: Dartmoor Stream Pro, sealed bearings
  • Chain guide: Dartmoor Blade ISCG-05
  • Rear derailleur: SRAM X-7 9-speed
  • Shifter: SRAM X-5
  • Cassette: SRAM PG-950 11-28T
  • Rear hub: Dartmoor Vee-Oh OEM, 135x10mm, sealed bearings
  • Front hub: Dartmoor Revolt 20 OEM, sealed bearings
  • Rims: Dartmoor Raider 26”, alu 6061, double wall, 36H
  • Tires: Kenda Nevegal 2.35”
  • Seat: Dartmoor Ivy
  • Seat post: Dartmoor Fusion L, alu 6061, diameter: 31.6mm, length: 300mm
  • Brake/lever (front/rear): Avid Elixir 5 with 203mm rotor
  • Weight:15,5kg

Perangkat Rem Hidrolik Sram yang Merambah Road Bike

0

BIKESTREAK – Setelah beberapa tahun melakukan pengujian dan pengembangan, tim dari Sram menekankan bahwa modulasi, kemudahan penggunaan, dan kehandalan dalam berbagai kondisi menjadi target utama untuk sistem baru yang dikeluarkan SRAM. Memakai rem super pakem yang mudah mengunci putaran roda tentu sangat tidak nyaman dan akan menghambat peningkatan skill pembalap.

Tidak seperti perangkat rem mekanik yang menggunakan kekuatan daya tarik kabel untuk menggerakkan caliper, sistem hidrolik menggunakan kekuatan dorongan minyak untuk melakukannya. Teknologi ini memang telah digunakan pada sepeda MTB bertahun-tahun lalu, namun tidak pada road bike, bisa jadi karena bobot yang lebih berat sistem mekanik mengingat roadbike sangat memperhatikan bobot sepeda.

Lebih Berat dari Sistem Mekanik

Disini Sram Red 22 memiliki dua pilihan perangkat rem hidrolik: rem dengan kaliper yang terletak pada rim/velg dan pada cakram. Perangkat rem Hydro R untuk rim/velg dapat dipasang pada roda dan frame standar, dengan bobot sekitar 104gr lebih berat dari sistem pengereman mekanik dari Sram Red 22. Pilihan lain yaitu Hydro R untuk opsi cakram lebih berat 463gr dari sistem mekanik (tidak termasuk perubahan wheelset dan fork untuk disc brake).

Sistem hidrolik pada Sram Red 22 ini dirancang untuk dapat melakukan pengereman secara smooth / soft dan juga mengatasi panas yang muncul akibat gesekan kaliper terhadap rim maupun cakram. Jadi perangkat dari Sram ini tidak akan menghasilkan panas berlebih pada velg sepeda dan tetap dapat bekerja dengan baik meskipun dalam kondisi panas.

sram red hydraulic discbrake

Sepeda Enduro GT Sanction Kini Mempunyai 4 Linkage

0

BIKESTREAK – GT merancang sepeda 27,5” khusus untuk penggunaan kompetisi enduro. Geometri GT Sanction memiliki wheelbase yang lebih panjang dari kebanyakan sepeda downhill, dan menggunakan stem pendek untuk meningkatkan stabilitas. Kinerja suspense belakang ditangani oleh Fox Float X CTD dengan travel sepanjang 165mm.

Desain suspense GT I-Drive disebut sebagai ‘Independent Drivetrain’ pada model terbaru, menggunakan foating bottom bracket yang memungkinkan posisi pivot utama relative lebih tinggi. Disini BB bergerak dalam bagian yang terpisah dari poros swingarm. Pada dasarnya kerja suspensi yang unik ini menciptakan 4 buah sistem linkage. Desain suspensi ini menyerupai system yang digunakan pada sepeda downhill GT Fury dengan beberapa penyesuaian untuk sepeda enduro.

sistem linkage gt

Berbeda dengan sepeda downhill sepeda enduro tak hanya dirancang untuk melahap trek turunan tetapi juga harus mudah dalam melewati tanjakan. Ada kalanya kompetisi balap enduro harus melewati jalan menanjak. Tuas remote Fox Float X CTD pada stang memudahkan pengguna untuk mengatur kinerja rear shock. CTD sendiri merupakan kependekan dari Climb Trail Descend.

Settingan climb akan memberi compression damping paling keras yang digunakan saat trek menanjak. Namun demikian, untuk melewati tanjakan yang berkelok-kelok, sepeda ini dirasa masih kurang cocok. Pilihan trail merubah compression damping tingkat menengah yang digunakan saat melewati tanjakan yang diikuti turunan landai kemudian. Terakhir, opsi descend merupakan settingan compression damping paling rendah yang digunakan saat melibas turunan.

Meski bukan dari jenis sepeda downhill, GT Sanction tetap dapat menuruni trek yang penuh akar dengan baik. Tidak banyak sepeda dengan travel medium dapat mengatasi medan seperti ini. Dengan kombinasi suspensi dan geometri frame yang tepat, sepeda enduro ini dapat melakukannya. Kemampuannya bermanuver dalam medan turunan hampir menyamai GT Fury yang memang murni sepeda downhill.

Inovasi Sepeda Terbaru – Teknologi FACT Carbon Specialized

0

BIKESTREAK – FACT (Functional Advanced Composite Technology) adalah cara specialized merancang bahan komposit. Seperti halnya proyek-proyek lain di Specialized, semua frame dan perlengkapan FACT dibuat berdasarkan kebutuhan pengendara sepeda. Dalam hal melengkapi kebutuhan tersebut dengan maksimal, mereka melakukan beberapa proses penting seperti: Pemilihan material, Proses Perakitan, dan uji coba. Hasil dari proses FACT adalah sepeda dan perlengkapan berbahan karbon yang superior dan menghasilkan performa kelas dunia bagi para rider.

Kebutuhan Pengendara

Berawal dari kebutuhan pengendara sepeda berbeda-beda (Balap, Triathlon CX, dll), mereka memberikan kombinasi terbaik – kekakuan, kelenturan, kekuatan, dan bobot yang ringan untuk setiap lini produk.

Desain

carbon specialized

Inilah awal dari teknologi baru yang diciptakan untuk setiap jenis sepeda. Contohnya adalah bagian BB (Bottom Bracket) dan chainstay yang menjadi sebuah kesatuan untuk memperbaiki kinerja saat pengendara mengayuh pedal dengan kuat.

Seleksi Material

carbon specialized

Sebelum memasuki proses pembuatan, specialized memilih jenis karbon, resin dan anyaman karbon untuk setiap sepeda. Proses layup (penempatan lapisan karbon) juga sama pentingnya. Contohnya adalah sepeda S-Works Roubaix, dimana bagian downtube, bottom bracket dan top tube memakai campuran karbon E390 untuk mendapatkan kekakuan lebih sehingga menghindari flex saat menerima kayuhan dengan keras.

Pembuatan

STEP_4_FACT_carb

Secanggih apapun bahan tersebut tak akan berarti tanpa konstruksi dan penerapan yang tepat. Dengan menciptakan rangka dari beberapa struktur monocoque pada bagian headtube/toptube/downtube, seat tube, seatstay, dan bottom bracket chainstay satu bagian, maka serat karbon dapat terhubung tanpa terputus dari tabung ke tabung, menghasilkan keuntungan dalam hal bobot, kekakuan, dan kekuatan.

Pengujian

STEP_5_FACT_carb

Pengujian adalah bagian penting dalam pengembangan karbon FACT. Untuk memastikan bahwa setiap sepeda memenuhi ekspektasi, seluruh sepeda melewati proses pengujian yang berat di lab, dan pada kondisi sebenarnya.

Kami melakukan pengujian di lab untuk memastikan kekuatan, dilanjutkan dengan pengujian dengan para atlet pro untuk melakukan improvisasi hingga mendapatkan hasil yang kami inginkan. Dari tahun ke tahun semakin banyak inovasi sepeda terbaru yang dilakukan oleh para pabrikan untuk kepuasan pesepeda dan keuntungan pribadi perusahaan.

Saingi Sram, OneUp Components Buat Sprocket 45T Untuk Shimano XTR

0
gear 45t

BIKESTREAK – XTR memang menjadi kelas tertinggi dari jajaran groupset Shimano, namun ranget sprocket 11-40T kadang dirasa masih kurang sempurna bagi pengguna single chainring (tunggal). Dengan 40T, kayuhan akan terasa berat saat tanjakan cukup curam. Mengatasi hal ini, OneUp Components merancang sprocket hingga 45 gigi khusus sprocket XTR. Hal ini akan meningkatkan range hingga 12,5%.

Perangkat ini dibuat dengan CNC menggunakan aluminium 7075-T6. Sedangkan untuk gigi 17-19T digantikan dengan 18T dengan material nikel berlapis baja. Hal ini tentu meribah rasio menjadi lebih tinggi.

cog 45t

Sparepart ini cocok dipasangkan pada freehub manapun yang sesuai dengan standar yang digunakan sprocket XTR M9000. Sehingga pengguna gear 11 speed shimano akan merasakan sensasi memakai cassette 11 speed  keluaran Sram 1×11.

Perbedaan range gigi keluaran produk ini yaitu 11-13-15-18-21-24-27-31-35-40-45. Bisa dibandingkan dengan range standar XTR M9000 yang memiliki range 11-13-15-17-19-21-24-27-31-35-40. Untuk sprocket Sram XX1, range yang digunakan antara 10-12-14-16-18-21-24-28-32-36-42. Dengan adanya gigi yang lebih lebar dari 40 (standar XTR) akan lebih memudahkan pengguna single chainring saat melewati medan tanjakan.

Saat menanjak, biker akan menggunakan gigi 21-45T (yang semula 21-45), sedangkan saat trek menurun atau datar dapat memakai 11-18 (yang awalnya 11-19). Perubahan rasio ini dimaksudkan untuk biker yang seringkali langsung mencari perubahan rasio yang lebih jauh saat melakukan shifting.

singel chainring 11 sp xtr

Perlu diketahui sprocket 45T ini kurang cocok dengan dual chainring (ganda), karena dengan rasio yang terlalu lebar RD tidak akan berfungsi sempurna. Selain sprocket, OneUp Component juga membuat single chainring antara 30,32,34T, berbeda dengan bawaan XTR yang memiliki pilihan antara 32 hingga 36T.

Produk sparepart sepeda ini dijual dengan harga $90USD untuk sprocket 45T, sedangkan single chainring dibandrol dengan harga $65USD. Masing-masing chainring memiliki berat antara 43gram (30T),  48gr (32T), dan 57g (34T).

Giant Intrigue – Sepeda All Mountain Untuk Anatomi Wanita

0
giant all mountain

BIKESTREAK – Seperti Santa Cruz yang memproduksi ladies AM bike, Giant juga mendesain sepeda AM yang ditujukan untuk kaum hawa. Alih-alih hanya mengambil frame standar, dan berusaha untuk membuatnya terlihat lebih feminin, dengan menambahkan pilihan ukuran frame yang lebih kecil, Giant telah menyesuaikan geometri sepeda khusus untuk anatomi perempuan. Giant Intrigue hadir dengan dua spesifikasi yang berbeda dan tiga ukuran frame (S, M dan L) yang semuanya memakai ban 27,5″.

Frame terbuat dari aluminium AluxX SL disertai shock belakang Fox Evolution Float CTD dengantravel sepanjang 140 mn. Geometri Intrigue secara fundamental berbeda dengan versi pria, memiliki sudut head tube 1° lebih curam dan wheelbase lebih pendek untuk membuatnya lebih lincah. Frame ini juga memiliki top tube pendek untuk disesuaikan dengan jangkauan pengendara perempuan.

shifter X0

Anehnya, Giant melengkapi sepeda ini dengan SRAM X0 GripShift, bukan menggunakan tuas shifter konvensional. Berbagai variasi panjang jari wanita mungkin sedikit menyulitkan untuk menggunakan trigger shifter. Sebenarnya pemilihan gripshift naupun trigger shifter merupakan masalah selera pemakai. Sistem pengereman ditangani secara memadai oleh discbrake Avid Elixir 7 dengan rotor 160mm. Ketinggian seatpost dapat diatur dengan cepat melalui tuas pada handlebar. Suspensi Maestro menunjukkan sensitivitas di setiap medan yang dilalui.

Sepeda Giant Intrigue mudah diajak melahap lompatan dengan kestabilan yang tetap terjaga. Shifter sram X0 bekerja sangat responsive, tetapi bagi yang tidak terbiasa menggunakan gripshift perlu sedikit beradaptasi. Ban Schwalbe Nobby Nic memberikan daya cengkram yang baik pada trek yang sedikit basah maupun tanah kering.

RECENT POST