Reviews

Home Reviews
review fullbike maupun komponen & aksesoris dari berbagai jenis & merk sepeda

Harga Sepeda Ontel Gazelle Seri 10 Terbaru Agustus 2017

Gazelle Seri 10 – merupakan sepeda bersejarah bagi Indonesia yang sudah dipakai sejak masa penjajahan. Sepeda ini adalah sepeda peninggalan sejarah yang tidak hanya ada di Indonesia saja namun juga di negara lain seperti Inggris, Prancis serta Belanda. Namun setiap negara memiliki desain sepeda ontel yang berbeda-beda .

Karena tergolong sangat langka dan sulit dicari maka tidak mengherankan kalau sepeda ontel gazelle ini bisa dibanderol dengan harga yang cukup mahal yaitu mencapai puluhan juta. Hal itu dikarenakan memang sepeda klasik ini menjadi cikal bakal bagi kemajuan sepeda dan saksi bersejarah yang sangat penting.

Sepeda ontel saat ini mulai digemari oleh banyak kalangan mulai dari anak remaja, orang dewasa sampai hingga yang tua, biasanya semakin antik sepeda ontel tersebut maka semakin mahal pula harga jualnya. Ada beberapa tipe sepeda ontel dari negara Belanda yang cukup dikenal oleh masyarakat yaitu tipe sepeda ontel gazelle yang pernah menjadi saksi sejarah di tahun 1902.

Baca juga : Harga Sepeda Ontel Philips Terbaru

Sepeda gazelle sendiri sangat sulit ditemukan atau dicari karena sudah sangat langka. Meskipun ada biasanya memang dipatok dengan harga cukup tinggi. Meskipun begitu sekarang sudah banyak komunitas yang tetap melestarikan sepeda klasik ini dengan berbagai tujuan. Lalu berapa harga dari Sepeda gazelle dipasaran?
Berikut daftar harga sepeda gazelle :

Harga Sepeda Ontel Gazelle Seri 10

Harga Rp 15.000.000
Kategori Sepeda Ontel
Merek Gazelle
Tipe Seri 10

Sepeda ontel yang antik dan menarik bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang melihatnya, nah itulah tadi sedikit informasi tentang daftar harga sepeda gazelle yang ada dipasaran. Harga diatas hanya sebagai acuan saja karena banyak faktor yang menentukan harga tersebut mulai dari kualitas dan kelengkapannya.

Dartmoor Wish Pro – Sepeda Freeride yang Lincah dan Handal

0
sepeda freeride dartmoor wish

BIKESTREAK – Produk Dartmoor Wish Pro dirancang untuk semua pencinta sepeda yang hobi menantang adrenaline di pegunungan. Anda akan merasakan kenikmatan bermain di bikepark dan melahap drop off tinggi. Sepeda ini dilengkapi dengan fork bersuspensi udara Rock Shox Lyrik dan Rock Shox Monarch yang memiliki fitur adjustable untuk menyesuaikan suspensi sesuai kebutuhan pengguna dan jenis medan yang dilalui. Fork dan rear shock dari Rockshox ini menggantikan Xfusion yang digunakan pada produk dartmoor wish pro keluaran tahun 2012.

Stang / handlebar dari sepeda ini memakai produk dari dartmoor sendiri yang dinamai Dartmoor Nitro, disertai sistem perangkat pengereman menggunakan cakram hidrolik Avid Elixir 5. Crank menggunakan Truvativ Hussefelt dengan chainring yang juga produk dartmoor yang dinamai Dartmoor Totem. Velg yang kuat dan ringan didasarkan pada rim Raider dengan hub depan keluaran Revolt 20 dan Vee-Oh untuk hub belakang yang lebih kaku. Sistem transmisi dipercayakan pada komponen Sram X7 untuk rear derailleur, dengan shifter 9 speed type Sram X5.

Travel pada shock belakang frame Dartmoor Wish keluaran 2012 sepanjang 160mm, dan untuk tahun 2014 memakai shock belakang dengan travel sepanjang 170mm. Frame dartmoor wish cocok untuk penggunaan freeride terlebih jika dimainkan di bikepark. Geometri yang kompak dengan sudut agresif membuat Dartmoor Wish benar-benar lincah dan handal bahkan pada kecepatan tinggi.

  • Frame: alu 7005 with 160mm travel and tapered head tube
  • Fork: Rock Shox Lyrik Solo Air R, 160mm, 20mm axle
  • Shock: Rock Shox Monarch R 216x63mm
  • Handlebar: Dartmoor Nitro, alu 7075, diameter: 31.8mm, width: 780mm
  • Stem: Dartmoor Fury 2013 OEM, alu 6061, diameter: 31.8mm
  • Crankset: Truvativ Hussefelt
  • Chainring: Dartmoor Totem 36T
  • BB: Truvativ How XR73 BB
  • Pedals: Dartmoor Stream Pro, sealed bearings
  • Chain guide: Dartmoor Blade ISCG-05
  • Rear derailleur: SRAM X-7 9-speed
  • Shifter: SRAM X-5
  • Cassette: SRAM PG-950 11-28T
  • Rear hub: Dartmoor Vee-Oh OEM, 135x10mm, sealed bearings
  • Front hub: Dartmoor Revolt 20 OEM, sealed bearings
  • Rims: Dartmoor Raider 26”, alu 6061, double wall, 36H
  • Tires: Kenda Nevegal 2.35”
  • Seat: Dartmoor Ivy
  • Seat post: Dartmoor Fusion L, alu 6061, diameter: 31.6mm, length: 300mm
  • Brake/lever (front/rear): Avid Elixir 5 with 203mm rotor
  • Weight:15,5kg

Juliana Roubion – Sepeda All Mountain Khusus Wanita

0
sepeda AM wanita

BIKESTREAK – Juliana adalah brand sepeda pertama yang benar-benar meluncurkan sepeda AM / Enduro khusus untuk wanita. Sama sekali tidak ada komponen entry level yang tersemat didalamnya.

Frame sepeda berwarnya hijau ini terbuat dari serat karbon yang kaku. Meskipun dedesain untuk menangani medan DH trails, sepeda ini juga bisa menghadapi jalur tanjakan dengan baik. Chainstay pada frame Roubion sedikit lebih panjang dibanding beberapa sepeda di kelasnya, sehingga mudah untuk memasang ban tapak lebar pada frame, bahkan masih ada ruang tersisa.

rear shock cane creek

Juliana Roubion menggunakan sistem VPP yang dipatenkan Santa Cruz. Suspensi Virtual Pivot Point memiliki link pendek yang menghubungkan segitiga belakang. Frame yang dikombinasikan dengan fork (Rockshox Pike RCT3 Solo Air 150mm) dan rearshock (Fox Float CTD / Cane Creek Double Barrel) yang memiliki fitur lockout akan memudahkan rider saat melalui jalanan menanjak. Anda dapat mengatur kecepatan rebound sesuai keinginan anda. Head angle dengan sudut 67° membuat sepeda cocok untuk turunan namun juga tidak menyulitkan untuk mengatasi tanjakan.

handlebar carbon 720mm

Handlebar karbon sepanjang 720mm baik untuk sebagian besar pengendara perempuan, namun untuk beberapa orang mungkin dirasa terlalu sempit, terlebih jika dikombinasikan dengan top tube pendek.

garpu rock shox

Rim karbon keluaran ENVE M60 Forty memberikan tingkat kepresisian yang tinggi pada rim ukuran 27,5”.

sram xx1 rd

Drivetrain Sram XX1 (single crank 32T, sprocket 11 speed) bekerja dengan responsif dan tak berisik, terlebih dengan adanya pelindung karet pada chainstay. Secara keseluruhan, sepeda ini sangat bagus untuk sepeda perempuan yang disertai komponen-komponen terbaik.

Sepeda Enduro GT Sanction Kini Mempunyai 4 Linkage

0

BIKESTREAK – GT merancang sepeda 27,5” khusus untuk penggunaan kompetisi enduro. Geometri GT Sanction memiliki wheelbase yang lebih panjang dari kebanyakan sepeda downhill, dan menggunakan stem pendek untuk meningkatkan stabilitas. Kinerja suspense belakang ditangani oleh Fox Float X CTD dengan travel sepanjang 165mm.

Desain suspense GT I-Drive disebut sebagai ‘Independent Drivetrain’ pada model terbaru, menggunakan foating bottom bracket yang memungkinkan posisi pivot utama relative lebih tinggi. Disini BB bergerak dalam bagian yang terpisah dari poros swingarm. Pada dasarnya kerja suspensi yang unik ini menciptakan 4 buah sistem linkage. Desain suspensi ini menyerupai system yang digunakan pada sepeda downhill GT Fury dengan beberapa penyesuaian untuk sepeda enduro.

sistem linkage gt

Berbeda dengan sepeda downhill sepeda enduro tak hanya dirancang untuk melahap trek turunan tetapi juga harus mudah dalam melewati tanjakan. Ada kalanya kompetisi balap enduro harus melewati jalan menanjak. Tuas remote Fox Float X CTD pada stang memudahkan pengguna untuk mengatur kinerja rear shock. CTD sendiri merupakan kependekan dari Climb Trail Descend.

Settingan climb akan memberi compression damping paling keras yang digunakan saat trek menanjak. Namun demikian, untuk melewati tanjakan yang berkelok-kelok, sepeda ini dirasa masih kurang cocok. Pilihan trail merubah compression damping tingkat menengah yang digunakan saat melewati tanjakan yang diikuti turunan landai kemudian. Terakhir, opsi descend merupakan settingan compression damping paling rendah yang digunakan saat melibas turunan.

Meski bukan dari jenis sepeda downhill, GT Sanction tetap dapat menuruni trek yang penuh akar dengan baik. Tidak banyak sepeda dengan travel medium dapat mengatasi medan seperti ini. Dengan kombinasi suspensi dan geometri frame yang tepat, sepeda enduro ini dapat melakukannya. Kemampuannya bermanuver dalam medan turunan hampir menyamai GT Fury yang memang murni sepeda downhill.

Perangkat Rem Hidrolik Sram yang Merambah Road Bike

0

BIKESTREAK – Setelah beberapa tahun melakukan pengujian dan pengembangan, tim dari Sram menekankan bahwa modulasi, kemudahan penggunaan, dan kehandalan dalam berbagai kondisi menjadi target utama untuk sistem baru yang dikeluarkan SRAM. Memakai rem super pakem yang mudah mengunci putaran roda tentu sangat tidak nyaman dan akan menghambat peningkatan skill pembalap.

Tidak seperti perangkat rem mekanik yang menggunakan kekuatan daya tarik kabel untuk menggerakkan caliper, sistem hidrolik menggunakan kekuatan dorongan minyak untuk melakukannya. Teknologi ini memang telah digunakan pada sepeda MTB bertahun-tahun lalu, namun tidak pada road bike, bisa jadi karena bobot yang lebih berat sistem mekanik mengingat roadbike sangat memperhatikan bobot sepeda.

Lebih Berat dari Sistem Mekanik

Disini Sram Red 22 memiliki dua pilihan perangkat rem hidrolik: rem dengan kaliper yang terletak pada rim/velg dan pada cakram. Perangkat rem Hydro R untuk rim/velg dapat dipasang pada roda dan frame standar, dengan bobot sekitar 104gr lebih berat dari sistem pengereman mekanik dari Sram Red 22. Pilihan lain yaitu Hydro R untuk opsi cakram lebih berat 463gr dari sistem mekanik (tidak termasuk perubahan wheelset dan fork untuk disc brake).

Sistem hidrolik pada Sram Red 22 ini dirancang untuk dapat melakukan pengereman secara smooth / soft dan juga mengatasi panas yang muncul akibat gesekan kaliper terhadap rim maupun cakram. Jadi perangkat dari Sram ini tidak akan menghasilkan panas berlebih pada velg sepeda dan tetap dapat bekerja dengan baik meskipun dalam kondisi panas.

sram red hydraulic discbrake

Inovasi Sepeda Terbaru – Teknologi FACT Carbon Specialized

0

BIKESTREAK – FACT (Functional Advanced Composite Technology) adalah cara specialized merancang bahan komposit. Seperti halnya proyek-proyek lain di Specialized, semua frame dan perlengkapan FACT dibuat berdasarkan kebutuhan pengendara sepeda. Dalam hal melengkapi kebutuhan tersebut dengan maksimal, mereka melakukan beberapa proses penting seperti: Pemilihan material, Proses Perakitan, dan uji coba. Hasil dari proses FACT adalah sepeda dan perlengkapan berbahan karbon yang superior dan menghasilkan performa kelas dunia bagi para rider.

Kebutuhan Pengendara

Berawal dari kebutuhan pengendara sepeda berbeda-beda (Balap, Triathlon CX, dll), mereka memberikan kombinasi terbaik – kekakuan, kelenturan, kekuatan, dan bobot yang ringan untuk setiap lini produk.

Desain

carbon specialized

Inilah awal dari teknologi baru yang diciptakan untuk setiap jenis sepeda. Contohnya adalah bagian BB (Bottom Bracket) dan chainstay yang menjadi sebuah kesatuan untuk memperbaiki kinerja saat pengendara mengayuh pedal dengan kuat.

Seleksi Material

carbon specialized

Sebelum memasuki proses pembuatan, specialized memilih jenis karbon, resin dan anyaman karbon untuk setiap sepeda. Proses layup (penempatan lapisan karbon) juga sama pentingnya. Contohnya adalah sepeda S-Works Roubaix, dimana bagian downtube, bottom bracket dan top tube memakai campuran karbon E390 untuk mendapatkan kekakuan lebih sehingga menghindari flex saat menerima kayuhan dengan keras.

Pembuatan

STEP_4_FACT_carb

Secanggih apapun bahan tersebut tak akan berarti tanpa konstruksi dan penerapan yang tepat. Dengan menciptakan rangka dari beberapa struktur monocoque pada bagian headtube/toptube/downtube, seat tube, seatstay, dan bottom bracket chainstay satu bagian, maka serat karbon dapat terhubung tanpa terputus dari tabung ke tabung, menghasilkan keuntungan dalam hal bobot, kekakuan, dan kekuatan.

Pengujian

STEP_5_FACT_carb

Pengujian adalah bagian penting dalam pengembangan karbon FACT. Untuk memastikan bahwa setiap sepeda memenuhi ekspektasi, seluruh sepeda melewati proses pengujian yang berat di lab, dan pada kondisi sebenarnya.

Kami melakukan pengujian di lab untuk memastikan kekuatan, dilanjutkan dengan pengujian dengan para atlet pro untuk melakukan improvisasi hingga mendapatkan hasil yang kami inginkan. Dari tahun ke tahun semakin banyak inovasi sepeda terbaru yang dilakukan oleh para pabrikan untuk kepuasan pesepeda dan keuntungan pribadi perusahaan.

Saingi Sram, OneUp Components Buat Sprocket 45T Untuk Shimano XTR

0
gear 45t

BIKESTREAK – XTR memang menjadi kelas tertinggi dari jajaran groupset Shimano, namun ranget sprocket 11-40T kadang dirasa masih kurang sempurna bagi pengguna single chainring (tunggal). Dengan 40T, kayuhan akan terasa berat saat tanjakan cukup curam. Mengatasi hal ini, OneUp Components merancang sprocket hingga 45 gigi khusus sprocket XTR. Hal ini akan meningkatkan range hingga 12,5%.

Perangkat ini dibuat dengan CNC menggunakan aluminium 7075-T6. Sedangkan untuk gigi 17-19T digantikan dengan 18T dengan material nikel berlapis baja. Hal ini tentu meribah rasio menjadi lebih tinggi.

cog 45t

Sparepart ini cocok dipasangkan pada freehub manapun yang sesuai dengan standar yang digunakan sprocket XTR M9000. Sehingga pengguna gear 11 speed shimano akan merasakan sensasi memakai cassette 11 speed  keluaran Sram 1×11.

Perbedaan range gigi keluaran produk ini yaitu 11-13-15-18-21-24-27-31-35-40-45. Bisa dibandingkan dengan range standar XTR M9000 yang memiliki range 11-13-15-17-19-21-24-27-31-35-40. Untuk sprocket Sram XX1, range yang digunakan antara 10-12-14-16-18-21-24-28-32-36-42. Dengan adanya gigi yang lebih lebar dari 40 (standar XTR) akan lebih memudahkan pengguna single chainring saat melewati medan tanjakan.

Saat menanjak, biker akan menggunakan gigi 21-45T (yang semula 21-45), sedangkan saat trek menurun atau datar dapat memakai 11-18 (yang awalnya 11-19). Perubahan rasio ini dimaksudkan untuk biker yang seringkali langsung mencari perubahan rasio yang lebih jauh saat melakukan shifting.

singel chainring 11 sp xtr

Perlu diketahui sprocket 45T ini kurang cocok dengan dual chainring (ganda), karena dengan rasio yang terlalu lebar RD tidak akan berfungsi sempurna. Selain sprocket, OneUp Component juga membuat single chainring antara 30,32,34T, berbeda dengan bawaan XTR yang memiliki pilihan antara 32 hingga 36T.

Produk sparepart sepeda ini dijual dengan harga $90USD untuk sprocket 45T, sedangkan single chainring dibandrol dengan harga $65USD. Masing-masing chainring memiliki berat antara 43gram (30T),  48gr (32T), dan 57g (34T).

Sepeda Elektrik / Listrik Termahal Dengan Harga Fantastis

0
sepeda listrik

BIKESTREAK – Umumnya sepeda elektrik hanya berjenis sepeda komuter yang dapat dibeli dengan harga terjangkau, namun tidak dengan sepeda keluaran Zeitgeist. Sepeda komuter ini dijual dengan harga $7,499 (silahkan hitung sendiri sesuai kurs hari ini). Harga yang menyamai atau bahkan melebihi sepeda-sepeda yang biasa digunakan untuk kompetisi baik roadbike, XC, maupun DH. Meskipun sama-sama sepeda listrik termahal kelas hi-end, sepeda Zeitgeist ini berbeda kelas dengan Greyp g12s dan Trefecta DRT yang berjenis MTB dan dilengkapi dual suspensi.

Lantas apa yang membuat sepeda ini begitu mahal? Zeitgeist City dirancang dengan desain mewah dan menggunakan material serat karbon yang dilapisi Kevlar dan menggunakan baterai lithium ion keluaran Panasonic yang memiliki kualitas yang sama dengan baterai milik Tesla Model S. Baterai ini dapat dilepas dari sepeda dan discharge secara terpisah selama 4 jam. Dengan daya 500 watt dan 48 volt, sepeda listrik ini dapat melaju dengan kecepatan hingga 45 km/jam sejauh 129 km dalam satu kali charge.

Jika ingin mengayuh, sepeda onthel ini dilengkapi dengan shifter dan RD Shimano XT 1X10. Pada stem juga dilengkapi layar LCD, namun tak ada penjelasan mengenai detail dalam panel LCD. Perangkat lain yang menempel pada sepeda seberat 19,73 kg ini adalah brakeset Tektro Dorado dengan rotor 180mm, sadel Selle Royal, ban Schwalbe Energizer 28” X 1.75”. Uniknya sepeda luxury ini dirancang oleh desainer Denmark dan teknisi dari Jerman, namun dijual di AS.

RECENT POST