blog counter

Reviews

Home Reviews
review fullbike maupun komponen & aksesoris dari berbagai jenis & merk sepeda

Group Set Entry level Microshift Mezzo 8 Speed

0
microshift mezzo

BIKESTREAK – Seperti yang kita tahu jajaran produk group set selalu didominasi oleh Shimano dan Sram. Tidak banyak biker yang mengenal produk kluaran Microshift.

Industri asal Taiwan ini telah didirikan sejak 1999. Meskipun di produksi di Taiwan, Microshift lebih merancang produknya agar lebih kompatibel jika dikombinasikan dengan produk Shimano. Saat ini group set yang diproduksi hanya terdiri shifter, FD, RD, dan sprocket, tanpa crank maupun rantai.

Seri mezzo ini merupakan kelas paling bawah (diluar produk non series). Pihak microshift sendiri mensejajarkan seri ini sepadan dengan shimano alivio. Seperti kata pepatah “rego nggowo rupo”, perpindahan yang dikerjakan shifter ini masih kurang responsif, pergeseran derailleur ke gear yang lebih tinggi dirasa masih lambat. Sebenarnya group set ini dapat bekerja dengan cukup baik jika didapat pengaturan shifter yang tepat. Secara keseluruhan kemampuan group set ini sepadan dengan harganya.

 

Spesifikasi Sepeda Downhill Giant Trance 2018, Kini Lebih Stabil

0
trail 275

BIKESTREAK – Sama seperti versi sebelumnya, sepeda trail enduro keluaran Giant ini tetap menggunakan suspensi belakang dengan travel sepanjang 140mm dan roda berukuran 27,5”. Namun demikian desain dan geometri dari frame Giant Trance 2017 kini telah mengalami beberapa pembaruan. Mereka (bagian marketing) mengklaim sepeda ini mampu melewati tanjakan semudah menggunakan sepeda XC, namun juga mampu melibas trek turunan layaknya  sepeda enduro.

Pengembangan Geometri

Desainer mereka berusaha membuat spesifikasi sepeda downhill Giant Trace untuk frame yang memiliki kestabilan lebih baik dari versi sebelumnya. Salah satu perubahan ini adalah merevisi konfigurasi suspensi agar keseimbangan lebih terjaga. Link suspensi belakang kini dibuat dari material karbon, yang membuat bobot link lebih terpangkas dari model sebelumnya yang terbuat dari bahan aluminium.

Pivot utama yang kini ditempatkan sedikit lebih rendah dari seat tube. Shock yang baru juga diklaim memiliki jangkauan rebound adjustment yang lebih luas, sehingga memudahkan rider untuk mencari setingan yang lebih presisi. Panjang chainstay kini lebih pendek 5mm yang kini menjadi 435mm. dan ketinggian bottom bracket juga lebih rendah 5 mm dari versi sebelumnya. Bagian fork memiliki travel 150 mm dengan sudut head angle sebesar 67 derajat.

Jajaran tertinggi akan dilengkapi dengan drivetrain SRAM Eagle 12 speed, kaki-kaki menggunakan ban Schwalbe Nobby Nic, Garpu depan memakai Rockshox Pike RCT3 dan pada shock belakang terpasang Rockshox Super Deluxe RC3.

Juliana Roubion – Sepeda All Mountain Khusus Wanita

0
sepeda AM wanita

BIKESTREAK – Juliana adalah brand sepeda pertama yang benar-benar meluncurkan sepeda AM / Enduro khusus untuk wanita. Sama sekali tidak ada komponen entry level yang tersemat didalamnya.

Frame sepeda berwarnya hijau ini terbuat dari serat karbon yang kaku. Meskipun dedesain untuk menangani medan DH trails, sepeda ini juga bisa menghadapi jalur tanjakan dengan baik. Chainstay pada frame Roubion sedikit lebih panjang dibanding beberapa sepeda di kelasnya, sehingga mudah untuk memasang ban tapak lebar pada frame, bahkan masih ada ruang tersisa.

rear shock cane creek

Juliana Roubion menggunakan sistem VPP yang dipatenkan Santa Cruz. Suspensi Virtual Pivot Point memiliki link pendek yang menghubungkan segitiga belakang. Frame yang dikombinasikan dengan fork (Rockshox Pike RCT3 Solo Air 150mm) dan rearshock (Fox Float CTD / Cane Creek Double Barrel) yang memiliki fitur lockout akan memudahkan rider saat melalui jalanan menanjak. Anda dapat mengatur kecepatan rebound sesuai keinginan anda. Head angle dengan sudut 67° membuat sepeda cocok untuk turunan namun juga tidak menyulitkan untuk mengatasi tanjakan.

handlebar carbon 720mm

Handlebar karbon sepanjang 720mm baik untuk sebagian besar pengendara perempuan, namun untuk beberapa orang mungkin dirasa terlalu sempit, terlebih jika dikombinasikan dengan top tube pendek.

garpu rock shox

Rim karbon keluaran ENVE M60 Forty memberikan tingkat kepresisian yang tinggi pada rim ukuran 27,5”.

sram xx1 rd

Drivetrain Sram XX1 (single crank 32T, sprocket 11 speed) bekerja dengan responsif dan tak berisik, terlebih dengan adanya pelindung karet pada chainstay. Secara keseluruhan, sepeda ini sangat bagus untuk sepeda perempuan yang disertai komponen-komponen terbaik.

Giant Intrigue – Sepeda All Mountain Untuk Anatomi Wanita

0
giant all mountain

BIKESTREAK – Seperti Santa Cruz yang memproduksi ladies AM bike, Giant juga mendesain sepeda AM yang ditujukan untuk kaum hawa. Alih-alih hanya mengambil frame standar, dan berusaha untuk membuatnya terlihat lebih feminin, dengan menambahkan pilihan ukuran frame yang lebih kecil, Giant telah menyesuaikan geometri sepeda khusus untuk anatomi perempuan. Giant Intrigue hadir dengan dua spesifikasi yang berbeda dan tiga ukuran frame (S, M dan L) yang semuanya memakai ban 27,5″.

Frame terbuat dari aluminium AluxX SL disertai shock belakang Fox Evolution Float CTD dengantravel sepanjang 140 mn. Geometri Intrigue secara fundamental berbeda dengan versi pria, memiliki sudut head tube 1° lebih curam dan wheelbase lebih pendek untuk membuatnya lebih lincah. Frame ini juga memiliki top tube pendek untuk disesuaikan dengan jangkauan pengendara perempuan.

shifter X0

Anehnya, Giant melengkapi sepeda ini dengan SRAM X0 GripShift, bukan menggunakan tuas shifter konvensional. Berbagai variasi panjang jari wanita mungkin sedikit menyulitkan untuk menggunakan trigger shifter. Sebenarnya pemilihan gripshift naupun trigger shifter merupakan masalah selera pemakai. Sistem pengereman ditangani secara memadai oleh discbrake Avid Elixir 7 dengan rotor 160mm. Ketinggian seatpost dapat diatur dengan cepat melalui tuas pada handlebar. Suspensi Maestro menunjukkan sensitivitas di setiap medan yang dilalui.

Sepeda Giant Intrigue mudah diajak melahap lompatan dengan kestabilan yang tetap terjaga. Shifter sram X0 bekerja sangat responsive, tetapi bagi yang tidak terbiasa menggunakan gripshift perlu sedikit beradaptasi. Ban Schwalbe Nobby Nic memberikan daya cengkram yang baik pada trek yang sedikit basah maupun tanah kering.

Perangkat Rem Hidrolik Sram yang Merambah Road Bike

0

BIKESTREAK – Setelah beberapa tahun melakukan pengujian dan pengembangan, tim dari Sram menekankan bahwa modulasi, kemudahan penggunaan, dan kehandalan dalam berbagai kondisi menjadi target utama untuk sistem baru yang dikeluarkan SRAM. Memakai rem super pakem yang mudah mengunci putaran roda tentu sangat tidak nyaman dan akan menghambat peningkatan skill pembalap.

Tidak seperti perangkat rem mekanik yang menggunakan kekuatan daya tarik kabel untuk menggerakkan caliper, sistem hidrolik menggunakan kekuatan dorongan minyak untuk melakukannya. Teknologi ini memang telah digunakan pada sepeda MTB bertahun-tahun lalu, namun tidak pada road bike, bisa jadi karena bobot yang lebih berat sistem mekanik mengingat roadbike sangat memperhatikan bobot sepeda.

Lebih Berat dari Sistem Mekanik

Disini Sram Red 22 memiliki dua pilihan perangkat rem hidrolik: rem dengan kaliper yang terletak pada rim/velg dan pada cakram. Perangkat rem Hydro R untuk rim/velg dapat dipasang pada roda dan frame standar, dengan bobot sekitar 104gr lebih berat dari sistem pengereman mekanik dari Sram Red 22. Pilihan lain yaitu Hydro R untuk opsi cakram lebih berat 463gr dari sistem mekanik (tidak termasuk perubahan wheelset dan fork untuk disc brake).

Sistem hidrolik pada Sram Red 22 ini dirancang untuk dapat melakukan pengereman secara smooth / soft dan juga mengatasi panas yang muncul akibat gesekan kaliper terhadap rim maupun cakram. Jadi perangkat dari Sram ini tidak akan menghasilkan panas berlebih pada velg sepeda dan tetap dapat bekerja dengan baik meskipun dalam kondisi panas.

sram red hydraulic discbrake

Commencal Meta AM V4 2015 Generasi Baru Sepeda Enduro

0
Meta AM 2015

BIKESTREAK – Meta AM V4, sebagai generasi keempat bertujuan untuk melakukan perubahan yang lebih baik dari saudaranya terdahulu, Meta AM V3. Melalui produk terbaru ini, Commencal mendesain sepeda yang nyaman & efisien ketika crank melakukan kinerja yang berat. Sebuah sepeda dengan paduan antara performa, estetika, dan kesenangan.

brand commencal

Konstruksi frame menggunakan aluminium kelas atas

Commencal tetap berkomitmen menggunakan material aluminium, yang mana Meta V4 dirancang dengan Alloy 6066. Perancangan frame yang dibangun dengan ketelitian, dipanaskan, dan disematkan untuk menghasilkan daya tahan yang luar biasa. Meskipun memakai aluminium bukan berarti merupakan frame murahan. Frame Meta V4 memiliki berbagai teknologi, yang mana setiap tabung frame dibentuk secara khusus untuk meningkatkan rasio berat / kehandalan dan menghasilkan geometri yang sempurna. Axle (as roda) terbuat dari aluminium 7075 disertai bearing oversize untuk mengoptimalkan durabilitas.

frame commencal 2015

Frame Meta V4 memiliki konstruksi yang lebih sederhana dari V3 yang dengan demikian bertujuan untuk mengoptimalkan berat frame. Secara signifikan V4 sebih ringan daripada V3, namun demikian Commencal tetap memprioritaskan kehandalan suatu sepeda. Dengan menggunakan compact linkage dan satu set compact drop out, Commencal telah menemukan cara lain untuk mengurangi berat tanpa mengorbankan kehandalan. Top tube terdiri dari 3 bagian dan merupakan bagian terpenting dari konstruksi rangka. Di dalam top tube terdapat rongga untuk pemasangan rear shock. Dengan demikian ketinggian standover masih sangat rendah untuk kenyamanan biker dan tampilan sepeda yang agresif.

desain frame commencal

Segitiga belakang telah dirancang untuk mengoptimalkan kekakuan, dalam hal ini frame V4 lebih soft dibanding V3. Sebuah frame yang kaku memberikan geometri yang sangat presisi, namun memiliki grip kurang baik ketika melewati akar, batu, dan berbagai jalan makadam. Tingkat kekakuan frame Meta V4 memberikan grip yang baik di segala kondisi dan menjaga kepresisian yang diperlukan. Commencal selalu memperhatikan setiap detail dari rancangannya. Jalur kabelyang terintegrasi memberikan perlindungan yang baik dan penampilan frame yang tampak smooth.

Tidak semua orang menyukai stang dengan tambahan remote. Dengan posisi shock yang sedekat mungkin dengan pengendara, akan member kemudahan untuk mengakses dan mengoptimalkan shock sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sepeda Elektrik Berbasis All Mountain untuk Penyandang Disabilitas

0

BIKESTREAK – Outrider USA membuat sebuah inovasi dengan merancang sepeda elektrik yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas. Sepeda yang dinamai horizon trike ini pun dirancang berbasis all mountain sehingga memiliki kinerja yang tinggi, seperti slogannya ‘adaptable for disabilities | all terain | pedal electric’. Dengan performa yang baik, sepeda ini akan cocok jika digunakan untuk kompetisi paralympic (jika ada kelas yang memadai).

Sepeda ini didedikasikan untuk penyandang disabilitas yang ingin merasakan berpetualang menggunakan sepeda. “Hanya karena seorang individu memiliki kekurangn fisik, bukan berarti mereka tidak lagi mendambakan rasanya berpetualang dan merasakan bebasnya bersepeda,” kata co-founder dari outrider.

Nampak pada foto diatas, sepeda ini menggunakan ban maxxis tapak lebar, disc brake, dan dilengkapi RD untuk perpindahan transmisi. Horizon trike tidak seperti sepeda elektrik pada umumnya. Dengan desain yang adaptif disertai perangkat elektrik yang powerful, sepeda ini mampu diajak berpetualang di jalanan off road, dapat bergerak mundur, dan diklaim dapat mencapai kecepatan sekitar 30 mph (48km/h). Namun sepeda elektrik ini tidak diekspor ke Indonesia, bahkan sepeda ini juga tidak dijual via amazon (untuk saat ini). Hanya melalui email yang tertera di website resmi jika ingin memesannya atau sekedar mengetahui harganya.

Sepeda Enduro GT Sanction Kini Mempunyai 4 Linkage

0

BIKESTREAK – GT merancang sepeda 27,5” khusus untuk penggunaan kompetisi enduro. Geometri GT Sanction memiliki wheelbase yang lebih panjang dari kebanyakan sepeda downhill, dan menggunakan stem pendek untuk meningkatkan stabilitas. Kinerja suspense belakang ditangani oleh Fox Float X CTD dengan travel sepanjang 165mm.

Desain suspense GT I-Drive disebut sebagai ‘Independent Drivetrain’ pada model terbaru, menggunakan foating bottom bracket yang memungkinkan posisi pivot utama relative lebih tinggi. Disini BB bergerak dalam bagian yang terpisah dari poros swingarm. Pada dasarnya kerja suspensi yang unik ini menciptakan 4 buah sistem linkage. Desain suspensi ini menyerupai system yang digunakan pada sepeda downhill GT Fury dengan beberapa penyesuaian untuk sepeda enduro.

sistem linkage gt

Berbeda dengan sepeda downhill sepeda enduro tak hanya dirancang untuk melahap trek turunan tetapi juga harus mudah dalam melewati tanjakan. Ada kalanya kompetisi balap enduro harus melewati jalan menanjak. Tuas remote Fox Float X CTD pada stang memudahkan pengguna untuk mengatur kinerja rear shock. CTD sendiri merupakan kependekan dari Climb Trail Descend.

Settingan climb akan memberi compression damping paling keras yang digunakan saat trek menanjak. Namun demikian, untuk melewati tanjakan yang berkelok-kelok, sepeda ini dirasa masih kurang cocok. Pilihan trail merubah compression damping tingkat menengah yang digunakan saat melewati tanjakan yang diikuti turunan landai kemudian. Terakhir, opsi descend merupakan settingan compression damping paling rendah yang digunakan saat melibas turunan.

Meski bukan dari jenis sepeda downhill, GT Sanction tetap dapat menuruni trek yang penuh akar dengan baik. Tidak banyak sepeda dengan travel medium dapat mengatasi medan seperti ini. Dengan kombinasi suspensi dan geometri frame yang tepat, sepeda enduro ini dapat melakukannya. Kemampuannya bermanuver dalam medan turunan hampir menyamai GT Fury yang memang murni sepeda downhill.

RECENT POST