blog counter

Reviews

Home Reviews
review fullbike maupun komponen & aksesoris dari berbagai jenis & merk sepeda

Perangkat Rem Hidrolik Sram yang Merambah Road Bike

0

BIKESTREAK – Setelah beberapa tahun melakukan pengujian dan pengembangan, tim dari Sram menekankan bahwa modulasi, kemudahan penggunaan, dan kehandalan dalam berbagai kondisi menjadi target utama untuk sistem baru yang dikeluarkan SRAM. Memakai rem super pakem yang mudah mengunci putaran roda tentu sangat tidak nyaman dan akan menghambat peningkatan skill pembalap.

Tidak seperti perangkat rem mekanik yang menggunakan kekuatan daya tarik kabel untuk menggerakkan caliper, sistem hidrolik menggunakan kekuatan dorongan minyak untuk melakukannya. Teknologi ini memang telah digunakan pada sepeda MTB bertahun-tahun lalu, namun tidak pada road bike, bisa jadi karena bobot yang lebih berat sistem mekanik mengingat roadbike sangat memperhatikan bobot sepeda.

Lebih Berat dari Sistem Mekanik

Disini Sram Red 22 memiliki dua pilihan perangkat rem hidrolik: rem dengan kaliper yang terletak pada rim/velg dan pada cakram. Perangkat rem Hydro R untuk rim/velg dapat dipasang pada roda dan frame standar, dengan bobot sekitar 104gr lebih berat dari sistem pengereman mekanik dari Sram Red 22. Pilihan lain yaitu Hydro R untuk opsi cakram lebih berat 463gr dari sistem mekanik (tidak termasuk perubahan wheelset dan fork untuk disc brake).

Sistem hidrolik pada Sram Red 22 ini dirancang untuk dapat melakukan pengereman secara smooth / soft dan juga mengatasi panas yang muncul akibat gesekan kaliper terhadap rim maupun cakram. Jadi perangkat dari Sram ini tidak akan menghasilkan panas berlebih pada velg sepeda dan tetap dapat bekerja dengan baik meskipun dalam kondisi panas.

sram red hydraulic discbrake

Review Singkat Groupset Microshift Marvo XE 9 Speed

0
groupset microshift marvo XE

BIKESTREAK – Microshift memang groupset yang relatif asing bagi MTBers di Indonesia. Untuk sekedar pengenalan tidak ada salahnya jika bikestreak.com membahas kembali groupset ini untuk seri marvo XE setelah sebelumnya membahas seri mezzo.

Seri marvo XE ini merupakan groupset 9 speed yang dirancang agar kompatibel jika dikombinasikan dengan produk shimano. Menurut microshift sendiri kelas ini sejajar dengan shimano deore, tentunya untuk deore yang sama-sama menggunakan 9 speed, bukan 10 speed. Jika lebih menyukai RD 9 speed dibanding 10 speed, maka group set ini bisa jadi salah satu alternatif.

Sepeda MTB memerlukan transmisi yang kuat saat proses shifting, mengatasi beban, namun tetap presisi disetiap perpindahan gear. Seri marvo XE ini diklaim dapat melakukannya dalam keadaan bersih maupun dalam kondisi berlapis lumpur. Bahkan proses shiftingnya lebih halus dan tidak banyak mengeluarkan bunyi seperti yang didapati pada sram x9.

Bisa dibilang kualitas produk ini menyerupai shimano XT maupun sram X9 namun dipasarkan seharga shimano deore / SLX. Hanya saja, jika diperhatikan desain shifternya masih terkesan jadul. Jadi penggunaan shifter dapat menggunakan shimano deore 9 speed tanpa mengurangi performa dari FD maupun RD dari microshift itu sendiri.

Produk microshift sangat langka di Indonesia, namun produk ini tersedia di amazon jika ada MTBers Indonesia yang ingin memilikinya.

Sepeda Enduro Murah Terbaru Dari Canyon – Strive CF

0
sepeda enduro cf

BIKESTREAK – Canyon, industri sepeda asal Jerman meluncurkan sepeda enduro terbaru canyon tersebut pada Juni tahun lalu dengan nama Strive CF. Dengan konsep terbaru yang dinamai shapeshifter, teknologi frame ini diklaim lebih efektif menyesuaikan geometri frame dan suspensi kinematik dengan cepat, yang mana mampu menyesuaikan kondisi medan XC hingga DH.

tuas shape

The Shapeshifter adalah bar yang dioperasikan mini-piston, yang menggerakkan link tepat di bawah rocker utama pada frame. Sistem ini mampu menggerakkan rear shock maju – mundur dan menyesuaikan panjang travel sesuai geometri sepeda. Piston ini terletak antara tube frame dan rocker linkage.

shock adjustable

Saat mode XC rear shock memiliki panjang travel 130mm dan bersifat lebih kaku dibanding mode DH untuk mengurangi efek bobbing saat melalui tanjakan. Pada mode DH panjang travel dapat ditingkatkan hingga 160mm, sehingga menyebabkan sudut headtube berubah dari 67,5 menjadi 66 derajat, sedangkan sudut seattube berubah dari 75 ke 73,5 derajat. Pengaktifan mode DH dilakukan dengan menekan dan menahan tuas shapeshifter, namun sistem ini tidak memiliki mode tengah.

shock sepeda XC DH

Sepeda enduro ini dijual di pasaran dengan rentang harga antara 3419 $ hingga 4619 $. Tersedua ukuran S hingga XL untuk frame standar dan ukuran S, M, L untuk kelas pro.

Sepeda All Mountain Terbaru Polygon Collosus N9

0
all mountain n9

BIKESTREAK – Dengan datangnya produk baru Collosus N9, Polygon menarget konsumen pasar Amerika Serikat pada awal Mei 2014. Produk sepeda polygon sendiri telah mulai jarang ditemui di Amerika Utara.

Produk N9 ini tergolong kelas all mountain dengan ukuran roda 27,5”. Menggunakan material frame berbahan karbon disertai beberapa perangkat high class seperti groupset Sram XX1, brakeset Shimano XT, garpu Fox Float 34 Talas 160mm dan Fox Float X CTD untuk shock belakang.

Teknologi suspensi FS3

Prototipe N9 diperkenalkan pada 2013 di Taipei Cycle Show. Sejak saat itu telah ada beberapa revisi dan perubahan nama, meskipun desain basic frame tetap sama. Bagian depan serat karbon dan segitiga belakang bergabung dengan dua link aluminium yang mana Polygon menyebutnya desain suspensi FS3. Istilah FS3 adalah desain dual link dengan shock belakang mengambang di antara dua link aluminium.

teknologi fs3

Detail frame

Garis dan sudut frame N9 yang unik membuatnya terlihat tidak seperti sepeda pada umumnya yang beredar di pasaran. Kabel rem dan RD disalurkan melalui bagian dalam frame. Meskipun menggunakan drivetrain Sram XX1, pada frame N9 tetap disertai tab ISCG 05. Sepeda dengan bobot fullbike seberat 13,74 kg (frame 3,14 kg) ini dijual seharga $5800 di US.

frame all mountain

Sepeda Downhill Specialized Demo 8I dengan Teknologi Suspensi Baru

0
sepeda dwonhill 2014

BIKESTREAK – Skill downhill merupakan perpaduan antara kalkulasi resiko yang dihadapi dan dan tingkat kepercayaan diri pada kemampuan seseorang. Dirancang untuk menjadi sepeda downhill terbaik, geometri frame karbon Demo 8 memberi kendali maksimal pada pengendara dalam menghadapi medan-medan yang sulit.

Dengan 200 mm travel di depan (RockShox Boxxer RC Fork) dan belakang (FOX VAN RC custom shock), suspensi sepeda ini akan mudah untuk melibas berbagai trek downhill. Paduan ban depan Specialized Butcher DH yang telah terbukti di beberapa kejuaraan dunia dan ban belakang Specialized Slaughter DH untuk performa di medan yang sulit. Sprocket dan transmisi Sram 10 speed (shifter sram X7 & RD sram X9) membuat setiap perpindahan gigi menjadi akurat dan responsif baik di tanjakan maupun turunan.

Sub-seatstay

Suspensi FSR yang eksklusif, dibuat khusus untuk menghadapi kerasnya balapan Downhill.  Sub-seatstay Berfungsi merendahkan titik pusat gravitasi untuk kendali maksimum saat pengereman, menikung, dan berakselerasi. Hal ini akan mempermudah pengendalian sepeda dengan responsif tanpa mengorbankan kinerja suspensi FSR.

Shock Öhlins TTX

shock belakang specialziedSuspensi Öhlins ini amat unik dengan memberikan perspektif baru dalam memahami interaksi antara sepeda gunung dan kinerja suspensi. TTX merupakan teknologi peredam kejut yang benar-benar menawarkan kualitas penyerapan benturan yang tak tertandingi namun juga memberikan traksi yang maksimal. Dengan adanya teknologi ini akan meningkatkan kestabilan dan kecepatan di tikungan. TTX22M juga menggunakan spherical bearing pada penyangga depan yang memungkinkan shock untuk berputar saat sepeda sedang mendapatkan beban samping. Untuk 2014, Öhlins TTX hanya akan digunakan pada Demo 8 dan Enduro EVO.

Sepeda Enduro GT Sanction Kini Mempunyai 4 Linkage

0

BIKESTREAK – GT merancang sepeda 27,5” khusus untuk penggunaan kompetisi enduro. Geometri GT Sanction memiliki wheelbase yang lebih panjang dari kebanyakan sepeda downhill, dan menggunakan stem pendek untuk meningkatkan stabilitas. Kinerja suspense belakang ditangani oleh Fox Float X CTD dengan travel sepanjang 165mm.

Desain suspense GT I-Drive disebut sebagai ‘Independent Drivetrain’ pada model terbaru, menggunakan foating bottom bracket yang memungkinkan posisi pivot utama relative lebih tinggi. Disini BB bergerak dalam bagian yang terpisah dari poros swingarm. Pada dasarnya kerja suspensi yang unik ini menciptakan 4 buah sistem linkage. Desain suspensi ini menyerupai system yang digunakan pada sepeda downhill GT Fury dengan beberapa penyesuaian untuk sepeda enduro.

sistem linkage gt

Berbeda dengan sepeda downhill sepeda enduro tak hanya dirancang untuk melahap trek turunan tetapi juga harus mudah dalam melewati tanjakan. Ada kalanya kompetisi balap enduro harus melewati jalan menanjak. Tuas remote Fox Float X CTD pada stang memudahkan pengguna untuk mengatur kinerja rear shock. CTD sendiri merupakan kependekan dari Climb Trail Descend.

Settingan climb akan memberi compression damping paling keras yang digunakan saat trek menanjak. Namun demikian, untuk melewati tanjakan yang berkelok-kelok, sepeda ini dirasa masih kurang cocok. Pilihan trail merubah compression damping tingkat menengah yang digunakan saat melewati tanjakan yang diikuti turunan landai kemudian. Terakhir, opsi descend merupakan settingan compression damping paling rendah yang digunakan saat melibas turunan.

Meski bukan dari jenis sepeda downhill, GT Sanction tetap dapat menuruni trek yang penuh akar dengan baik. Tidak banyak sepeda dengan travel medium dapat mengatasi medan seperti ini. Dengan kombinasi suspensi dan geometri frame yang tepat, sepeda enduro ini dapat melakukannya. Kemampuannya bermanuver dalam medan turunan hampir menyamai GT Fury yang memang murni sepeda downhill.

Group Set Entry level Microshift Mezzo 8 Speed

0
microshift mezzo

BIKESTREAK – Seperti yang kita tahu jajaran produk group set selalu didominasi oleh Shimano dan Sram. Tidak banyak biker yang mengenal produk kluaran Microshift.

Industri asal Taiwan ini telah didirikan sejak 1999. Meskipun di produksi di Taiwan, Microshift lebih merancang produknya agar lebih kompatibel jika dikombinasikan dengan produk Shimano. Saat ini group set yang diproduksi hanya terdiri shifter, FD, RD, dan sprocket, tanpa crank maupun rantai.

Seri mezzo ini merupakan kelas paling bawah (diluar produk non series). Pihak microshift sendiri mensejajarkan seri ini sepadan dengan shimano alivio. Seperti kata pepatah “rego nggowo rupo”, perpindahan yang dikerjakan shifter ini masih kurang responsif, pergeseran derailleur ke gear yang lebih tinggi dirasa masih lambat. Sebenarnya group set ini dapat bekerja dengan cukup baik jika didapat pengaturan shifter yang tepat. Secara keseluruhan kemampuan group set ini sepadan dengan harganya.

 

Giant Intrigue – Sepeda All Mountain Untuk Anatomi Wanita

0
giant all mountain

BIKESTREAK – Seperti Santa Cruz yang memproduksi ladies AM bike, Giant juga mendesain sepeda AM yang ditujukan untuk kaum hawa. Alih-alih hanya mengambil frame standar, dan berusaha untuk membuatnya terlihat lebih feminin, dengan menambahkan pilihan ukuran frame yang lebih kecil, Giant telah menyesuaikan geometri sepeda khusus untuk anatomi perempuan. Giant Intrigue hadir dengan dua spesifikasi yang berbeda dan tiga ukuran frame (S, M dan L) yang semuanya memakai ban 27,5″.

Frame terbuat dari aluminium AluxX SL disertai shock belakang Fox Evolution Float CTD dengantravel sepanjang 140 mn. Geometri Intrigue secara fundamental berbeda dengan versi pria, memiliki sudut head tube 1° lebih curam dan wheelbase lebih pendek untuk membuatnya lebih lincah. Frame ini juga memiliki top tube pendek untuk disesuaikan dengan jangkauan pengendara perempuan.

shifter X0

Anehnya, Giant melengkapi sepeda ini dengan SRAM X0 GripShift, bukan menggunakan tuas shifter konvensional. Berbagai variasi panjang jari wanita mungkin sedikit menyulitkan untuk menggunakan trigger shifter. Sebenarnya pemilihan gripshift naupun trigger shifter merupakan masalah selera pemakai. Sistem pengereman ditangani secara memadai oleh discbrake Avid Elixir 7 dengan rotor 160mm. Ketinggian seatpost dapat diatur dengan cepat melalui tuas pada handlebar. Suspensi Maestro menunjukkan sensitivitas di setiap medan yang dilalui.

Sepeda Giant Intrigue mudah diajak melahap lompatan dengan kestabilan yang tetap terjaga. Shifter sram X0 bekerja sangat responsive, tetapi bagi yang tidak terbiasa menggunakan gripshift perlu sedikit beradaptasi. Ban Schwalbe Nobby Nic memberikan daya cengkram yang baik pada trek yang sedikit basah maupun tanah kering.

RECENT POST