Road Bike

Home Road Bike
artikel yang berisi informasi seputar roadbike / sepeda balap

Sepeda Mahal Di Dunia – Audi Roadbike Harga Tembus Rp 245 Juta

0
sepea balap audi

BIKESTREAK – Industri otomotif Audi kini mencoba merambah pasar sepeda. Karena memang bukan industri sepeda, mereka tak merancang sepeda secara keseluruhan. Perusahaan asal Jerman ini bekerja sama dengan lightweight dalam pembuatan frame. Jadi, tidak mengherankan apabila sepeda ini termasuk jajaran sepeda mahal di dunia.

Frame dan Fork dari sepeda jenis roadbike ini dibuat dengan karbon yang mana mereka menyebutnya Urgestalt. Konon karbon jenis ini sama dengan jenis karbon yang digunakan dalam membangun frame mobil Audi R18e-tron.

Bobot frame sepeda ini hanya seberat 790 gram, sementara total frameset yang terdiri dari frame, fork, headset, dan seatpost hanya memiliki bobot 1.340 gram.

Komponen drivetrain dipilih menggunakan shimano dura ace Di2 dipadu dengan wheelset keluaran lightweight. Dengan komponen-komponen tersebut, total bobot fullbike sepeda ini seberat 5,8 kg.

carbon wheelset

Disamping bahan frame yang disesuaikan dengan frame salah satu mobil keluarannya, bahan kulit pembuatan sadel pun juga disesuaikan dengan kulit jok mobil audi R8, menggunakan bahan kulit nappa dengan jahitan yang sangat presisi. Sepeda roadbike limited edition ini hanya diproduksi sebanyak 50 unit dengan harga 17.500 euro atau sekitar 245 juta jika dirupiahkan.

Cara Menurunkan Berat Badan Dengan Sepeda Layaknya Para Atlet

0
wiggins tdf

BIKESTREAK – Para atlet Tour de France selalu menjaga komposisi tubuh yang ideal untuk meningkatkan performa. Jika memiliki niat, kitapun juga dapat melakukannya.

Bradley Wiggins merupakan salah satu pembalap yang memiliki berat badan paling ideal. “Mengurangi berat badan inilah yang bisa kulakukan untuk memberikan performa terbaik pada medan tanjakan daripada mengkonsumsi obat-obatan, dan aku tidak melakukannya.

Bagaimana atlet pro menurunkan berat badan?

Mereka begitu memperhatikan kalori dan takaran makanan untuk memastikan bahwa mereka hanya mengambil nutrisi apa yang mereka butuhkan untuk mendapat performa terbaik dalam latihan maupun kompetisi. Wiggins berlatih keras sebelum sarapan untuk mempercepat metabolisme. Ia juga menghindari gluten selama dua bulan dan tak pernah mengkonsumsi alkohol.

Bagaimanapun metode yang digunakan, tak ada cara menurunkan berat badan dengan bersepeda dalam sekejap. Hal ini tentu memerlukan proses yang bertahap selama beberapa bulan.

Konsekuensi penurunan berat badan

Pada kompetisi balap sepeda, power to weight ratio juga sangat diperhitungkan, terutama bagi mereka yang ingin menghadapi tanjakan dengan baik. Kelebihan lemak tubuh akan memperlambat mereka, karena otot berlebih pada tubuh bagian atas. Hal ini juga penting dalam olahraga lain. Jika kita berlari, berenang atau olahraga apapun dengan tidak menjaga berat badan namun hanya dengan kehilangan massa otot, maka akan mengurangi performa kita. Namun jika, kadar lemak tubuh cenderung kurang, maka akan berpengaruh buruk pada kesehatan.

Proses menurunkan badan tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Para atlet bekerja sama dengan beberapa ilmuwan olahraga terbaik dalam melakukannya.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Jika kita memiliki berat badan yang cenderung berlebih, bisa jadi ini merupakan pertanda buruk. Sekali lagi tak ada cara instan dalam hal ini. Perubahan drastis dalam berat badan dapat memiliki dampak negatif. Cara yang baik adalah dengan pendekatan yang lebih terkontrol dalam menurunkan berat badan. Penurunan asupan kalori sebanyak 500kkal / hari dapat mengurangi 1/4 kg hanya dalam 1 minggu. Untuk olahraga ringan bersepda bisa dilakukan di dalam ruangan dengan sepeda statis ataupun outdoor bersepeda bersama teman grup sepeda pasti lebih mengasyikan apabila dapat dilakukan secara rutin.

Kelebihan Kekurangan Disc Brake Untuk Sepeda Road Bike

0

BIKESTREAK – Penggunaan disc brake untuk MTB memang sudah digunakan bertahun-tahun lalu. Berbeda dengan road bike, perangkat ini masih menjadi fenomena langka. Masih jarang yang memakainya dan sebagian besar tetap memilih dual pivot. Termasuk pada kompetisi-kompetisi besar, UCI sendiri masih belum melegalkan. Hanya sepeda hybrid yang banyak mengaplikasikan komponen rem cakram ini.

Baik dual pivot maupun disc brake, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemakaian rem cakram yang terlalu pakem dirasa kurang nyaman bagi pembalap karena putaran roda yang mudah terkunci. Sementara itu, komponen kelas atas yang berteknologi tinggi dan dirancang dengan kepresisian yang tinggi tentunya dapat menghasilkan pengereman yang smooth. Keselamatan tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Kelebihan

Kelebihan rem cakram sepeda juga akan membuat sisi rim / velg tetap awet, karena tak ada gesekan kampas rem dengan velg. Terlebih dengan adanya rim karbon, hal ini akan sangat menguntungkan. Dengan demikian tak perlu lagi takut sisi rim akan aus.

Mungkin Anda pernah merasakan saat cuaca hujan muncul suara melengking dari velg ketika tuas rem ditekan? Hal ini tak akan terjadi pada rem cakram. Dalam kondisi basah, kinerja rem cakram juga lebih responsif dibanding dual pivot.

Kekurangan

Disamping gambaran diatas, perangkat ini juga memiliki beberapa kelemahan rem cakram sepeda. Komponen disc brake cenderung lebih berat dibanding dual pivot yang dipakai roadbike pada umumnya. Sementara efisiensi bobot sepeda menjadi salah satu hal utama dalam road bike. Selain itu, proses penggantian kampas juga lebih sulit.

Melihat hal diatas, tampaknya komponen disc brake tak akan menggantikan eksistensi dual pivot yang sudah lama digunakan. Keduanya akan diproduksi berdampingan sesuai pilihan pengguna.

Desain Resmi Jersey Kuning Tour de France 2015

0
tour de france 2015

BIKESTREAK – Desain Jersey Kuning untuk TdF 2015 telah dirancang untuk memperingati Lokasi finis Champs-Élysées ke 40. Setelah 4 dekade, jersey ini merupakan desain ulang dari model jersey tahun 1975, dengan kerah yang unik dan siluet dari Arc de Triomphe, salah satu monumen besar Paris di mana musim panas ini, untuk tahun berturut-turut ke-40, pemimpin klasemen Tour de France 2015 akan berdiri di podium.

Jersey dipotong dalam bentuk anatomi close-to-the-body agar menghasilkan efek aerodinamis yang maksimal. Ada ventilasi belakang berbentuk segitiga kecil di bagian bawah leher yang terbuat dari jala mikro-aerasi. Bagian depan jersey memiliki resleting untuk ventilasi tambahan. Desain jersey TdF edisi 1975 memang menjadi inspirasi utama untuk 2015 Yellow Jersey. Pada bagian depan terpampang logo LCL yang merupakan sponsor untuk peraih jersey kuning, logo TdF 2015, dan logo Le Cog Sportif sebagai produsen jersey.

Contador Memimpin Klasemen Akhir Vuelta a España 2014

0
etape21 vuelta 2014

BIKESTREAK – Berbeda dengan etape sebelumnya yang menempuh ratusan km, etape terakhir ini merupakan tahap individual time trial dengan trek yang datar dengan kondisi sedikit basah dan licin sepanjang 9,7 km di Santiago de Compostela. Adriano Malori, pembalap asal italia menjadi pembalap yang tercepat dengan memakan waktu 11 menit 12 detik. Karena ini merupakan time trial, hujan yang turun di tengah perlombaan menjadi penghalang bagi beberapa pembalap yang turun sesudahnya.

Dengan berakhirnya musim ini dengan etape 21 sebagai penutup pada 14 September kemarin, Juara Vuelta a España 2014 disabet Alberto Contador dari tim Tinkoff-Saxo. Pembalap berusia 31 tahun asal spanyol ini merupakan pembalap paling powerful dari kejuaraan La Vuelta tahun ini. Meski tahun lalu sempat mengalami cedera kaki, penampilannya saat ini sangat mengejutkan dalam menyelesaikan 21 etape yang dilombakan. Total ia menghabiskan waktu tercepat dengan 81 jam 25 menit 5 detik, disusul Christopher Froome (pembalap Inggris dari Team Sky) dengan selisih 1 menit 10 detik dan Alejandro Valverde (pembalap Spanyol dari Movistar Team) dengan terpaut 1 menit 50 detik.

Contador sendiri merupakan salah satu dari 5 pembalap yang memperoleh kemenangan dari 3 Grand Tours of road cycling. Juara Tour de France tahun 2007 dan 2009, Giro d’Italia 2008, dan Vuelta a España pada 2008, 2012, dan 2014.

Hasil Akhir La Vuelta

Red Jersey – Alberto Contador

Green Jersey – John Degenkolb

Polkadot jersey – Caja Rural Seguros

Sekapur Sirih Tour de East Java 2014

0
balap sepeda 2013

BIKESTREAK – Haruskah kita menelan kenyataan bahwa pembalap Indonesia kurang berjaya di Tour de East Java? Sebagai orang normal mungkin perlu berkata “ya”. Tetapi salah besar jika harus berkecil hati melihat prestasi atlet yang tak bisa berbuat banyak melawan pembalap asing.

Dalam even terbesar kompetisi balap sepeda seperti Tour de France, Giro de Italia dan Vuelta a España pun juga terjadi hal serupa. Tak banyak pembalap Prancis yang menorehkan nama sebagai juara TdF. Pemenang Giro yang berasal dari Italia pun dapat dihitung (jika mau menghitung), demikian juga dengan La Vuelta.

Kesuksesan penyelenggaraan kompetisi adalah suatu hal yang berdiri sendiri, dan kemenangan pembalap merupakan hal lain lagi. Tour de East Java haruslah dipandang dari banyak sisi. Setidaknya penyelenggaraan kompetisi tour yang konsisten seperti ini akan membuat dunia balap sepeda tanah air tetap hidup dan berkembang. Di lain sisi juga sebagai sarana promosi bagi provinsi Jawa Timur. Dengan diselenggarakannya kompetisi tour yang berkelanjutan, nama Jawa Timur diharapkan bisa lebih terdengar.

Ini bukan perkara kecil. Di tengah muncul kabar kurang baik tentang TdEJ (seperti minimnya pendanaan dan sedikitnya etape yang dilombakan), penyelenggaraan TdEJ yang terbukti berjalan dengan optimal akan menjadi pembelaan terhadap berita tersebut.

Memang, penyelenggaraan tour ini belum banyak mendapat liputan dari media. Hal ini mungkin saja indikasi bahwa even ini belum banyak memberikan manfaat sebagai sarana promosi pariwisata yang efektif. Semoga hal esensial ini akan mendapat jalan keluar oleh penyelenggara kompetisi tour tahun depan.

Terlepas dari beberapa kekurangan disana-sini, tak ada salahnya jika kita perlu mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan TdEJ tahun ini. Kita juga patut memberikan apresiasi pada semua stake holder yang telah berkontribusi atas berjalannya Tour de East Java 2014.

Pembalap Iran Akhirnya Menjuarai Tour de East Java 2014

0
tour de east java 2014

BIKESTREAK – TdEJ yang hanya berjalan dengan 2 etape telah usai pada 7 September. Pada etape kedua sejauh 128,5 km yang dibuka dari Museum Trowulan menuju Hotel PCP Trawas Mojokerto telah dimenangi pembalap asal Iran Ghader Mizbani Iranagh dari tim Tabriz Petrochemical.

Ghader Berhasil menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 3 jam 44 menit 28 detik. Disusul rekan satu tim, Amir Kolahdozhagh yang terpaut 15 detik dan Hideto Nakane pembalap asal Jepang (Aisan Racing) dengan selisih 17 detik.

Dengan total perolehan waktu tercepat, yakni 6:45:50, Ghader menjadi juara Tour de East Java tahun ini. Peringkat kedua ditempat John Ebsen dengan gap 30 detik dan Amir Kolahdozhagh pada peringkat 3 dengan selisih 3 menit 12 detik. Sedangkan juara etape pertama, Nakajima terlempar ke posisi 7. Hal ini membuktikan bahwa etape ke 2 ini akan sangat menentukan juara. Hasil klasemen akhir terlihat bahwa beberapa pembalap Iran memang mendominasi peringkat atas dengan 6 pembalapnya yang nangkring pada 10 besar.

Dari 59 pembalap yang mengikuti etape terakhir ini ada 6 peserta yang gugur tak menyentuh garis finish. Pembalap tersebut antara lain M. Saiful Anuar Aziz (Malaysia), Taiji Nishitani (Jepang), Hamdan Hamidun (Malaysia), dan 3 pembalap lokal yaitu Samai, Projo Waseso, dan K. Kurniawan.

Dari hasil Team Clasification, Tabriz Petrochemical Team berhasil menjadi juara umum. Dengan ini mereka berhak memperoleh dana sebesar 3.820 euro, yang jika dirupiahkan menjadi 60.738.000. Panitia TdEJ tahun ini benar-benar melakukan efiensi dana yang ada.

Hasil Klasemen Etape 12 dari 21 Seri Vuelta a España 2014

0
stage 12 la vuelta

BIKESTREAK – Etape 12 yang berlangsung di Logroño ini diikuti sebanyak 189 pembalap yang saling beradu kecepatan dan endurance. Model lintasan sejauh 166,4 km tersebut termasuk kategori etape dengan jalanan yang cenderung flat tanpa tanjakan dan turunan yang berat.

Di tikungan terakhir, dua pembalap yakni Matteo Pelucchi (IAM) dan Andrea Guardini (Astana) terjatuh yang akhirnya menghambat laju pembalap lain. Hanya 15 pembalap yang berhasil menghindarinya.

John Degenkolb, pembalap dari tim Giant-Shimano yang akhirnya berhasil menyentuh garis finish pertama diikuti Tom Boonen (Omega Pharma-QuickStep) dan Jacopo Guarnieri (Astana) dibelakangnya. Peter Sagan (Cannondale) harus puas menduduki peringkat 4. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan ketiga Degenkolb dari 11 etape sebelumnya.

Untuk menyelesaikan etape ini Degenkolb menghabiskan waktu 4 jam 11 menit 18 detik. Terhitung dari 12 stage yang sudah berjalan, pemenang klasifikasi umum dipegang oleh Alberto Contador (Tinkoff-Saxo) dengan catatan waktu 44 jam 38 menit 14 detik. Hasil ini terpaut selisih 20 detik dari Alejandro Valverde (Movistar) dan 1 menit 8 detik dari Rigoberto Uran (Omega Pharma-Quickstep) pada posisi ke-2 dan ke-3.

RECENT POST