blog counter

Road Bike

Home Road Bike
artikel yang berisi informasi seputar roadbike / sepeda balap

Akhir Kompetisi Tour de Singkarak 2014

0

BIKESTREAK – 15 Juni lalu tepat berakhirnya kejuaraan balap sepeda skala internasional Tour de Singkarak 2014. Amir Zargari, pembalap asal Iran menjadi pemilik yellow jersey yang menandakan sebagai pemenang utama dalam kompetisi dengan total waktu 28:31:48 dari keseluruhan etape.

Meskipun menjadi pemenang utama, pembalap berusia 34 tahun ini tidak pernah menjadi juara 1 dari 9 etape yang dihelat. Posisi runner up ditempati rekan setimnya dari Pishgaman Yazd (PKY) Rahim Emami dengan catatan waktu 28:33:25, dan posisi ketiga diraih Ramin Mehrbaniazar, pembalap lain dari PKY dengan 28:36:40.

Dari total etape ini, Pishgaman Yazd (PKY) memenangkan kategori tim terbaik dengan perolehan waktu 85:37:28. Posisi kedua ditempati Tabriz Shahrdari Ranking (TSR) dengan 86:01:38, dan posisi ketiga dari Tim 7 Eleven Roadbike (T7E) dengan 86:33:20.

Kejuaraan Tour de Singkarak 2014 ini terlaksana dengan baik berkat kerja sama dari beberapa pihak, beberapa diantaranya warga Sumatera Barat sendiri, Bank BNI 46, Artha Graha Peduli, Garuda Indonesia dan Pertamina. Beberapa media juga menjadi partner dari TdS, yaitu BeritaSatu, Investor Daily, Jakarta Globe, Suara Pembaruan, Super Ball, Koran Jakarta, MALE Digital Magz, Harian Terbit, Terbit Sport, Merdeka.com, Bola.net, Press Photo Indonesia, Kabar3.com, Kesehatan Pria, Terbaik Hidup, Travel Expose, Harian Singgalang, Haluan dan Padang Ekspress.

Diselenggarakannya TdS 2014 terbukti mampu mempromosikan pariwisata Sumatra Barat sekaligus meningkatkan animo masyarakat sekitar terhadap olahraga ini. Jumlah penonton disepanjang lintasan balap pun makin meningkat tahun ini. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme warga sekitar terhadap perhelatan acara ini. Kelak Tour de Singkarak 2015 direncanakan akan digelar kembali pada September 2015.

Hasil Pemenang Masing-Masing Etape Tour de Singkarak 2014

hasil_pemenang_9etape_tds_2014_bs

Mengapa Pembalap Sepeda Mencukur Bulu Kaki?

0
kaki halus

BIKESTREAK – Saat awal-awal mengamati pembalap roadbike mungkin pernah terbersit dalam pikiran mengapa semua pembalap tersebut mencukur bulu kaki hingga halus. Meski memiliki kaki bersih dari bulu, tentu saja mereka bukan waria. Nampaknya tidak banyak artikel yang membahas soal ini. Apakah dengan mencukur habis bulu kaki dapat membuat lebih aerodinamis dan laju sepeda menjadi lebih cepat?

Specialized kini telah meneliti hal itu. Mereka melalukan uji coba menggunakan terowongan angin yang juga digunakan untuk melakukan tes apakah jenggot juga mempengaruhi tingkat aerodinamika pada para rider.

Dalam dunia persepedaan, specialized menyimpulkan bahwa dengan mencukur bulu kaki akan dapat menghemat hingga 70 detik dalam 40 km yang ditempuh. Pada  pengujian terowongan angin telah menunjukkan bahwa kaki yang licin lebih aerodinamis daripada kaki yang berbulu.

wind tunnel

Selain memberi manfaat aerodinamis, kaki yang halus mempermudah untuk pemijatan kaki. Pembalap sepeda tentu sering melakukan pemijatan kaki karena telah mengayuh pedal menempuh jarak ratusan kilometer. Disamping alasan tersebut, mencukur kaki juga sudah menjadi tradisi bagi pembalap roadbike.

Jadwal & Rute Vuelta a España 2014

0
stage lavuelta

BIKESTREAK – Perlombaan La Vuelta tahun ini dihelat mulai Sabtu 23 Agustus hingga Minggu 24 September 2014 (jeda 2 hari pada  1 dan 9 September). Total terdiri dari 21 etape dengan jarak keseluruhan sepanjang 3239,9 kilometer. Dari 21 etape terbagi dari 5 trek datar, 13 trek terdiri yang melewati perbukitan dan pegunungan, 1 tim time trial, dan 2 tahap individual time trial.

Berikut Jadwal Vuelta a España 2014

1 Teams time-trial 23/08 Jerez de la Frontera > Jerez de la Frontera 12,6 km

2 Flat 24/08 Algeciras > San Fernando 174,4 km

3 Hill 25/08 Cádiz > Arcos de la Frontera 197,8 km

4 Hill 26/08 Mairena del Alcor > Córdoba 164,7 km

5 Flat 27/08 Priego de Córdoba > Ronda 180 km

6 Mountain 28/08 Benalmádena > La Zubia 167,1 km

7 Hill 29/08 Alhendín > Alcaudete 169 km

8 Flat 30/08 Baeza > Albacete 207 km

9 Mountain 31/08 Carboneras de Guadazaón > Aramón Valdelinares 185 km

10 Time-trial 02/09 Real Monasterio de Santa María de Veruela > Borja 36,7 km

11 Mountain 03/09 Pamplona > Santuario de San Miguel de Aralar 153,4 km

12 Flat 04/09 Logroño > Logroño 166,4 km

13 Hill 05/09 Belorado > Obregón. Parque de Cabárceno 188,7 km

14 Mountain 06/09 Santander > La Camperona. Valle de Sabero 200,8 km

15 Mountain 07/09 Oviedo > Lagos de Covadonga 152,2 km

16 Mountain 08/09 San Martín del Rey Aurelio > La Farrapona. Lagos de Somiedo 160,5 km

17 Flat 10/09 Ortigueira > A Coruña 190,7 km

18 Mountain 11/09 A Estrada > Monte Castrove. Meis 157 km

19 Hill 12/09 Salvaterra do Miño > Cangas do Morrazo 180,5 km

20 Mountain 13/09 Santo Estevo de Ribas de Sil > Puerto de Ancares 185,7 km

21 Time-trial 14/09 Santiago de Compostela > Santiago de Compostela. El Final del Camino 9,7 km

Mayoritas Pembalap Tour de France Memiliki Usia Panjang

0
atlet tour de france

BIKESTREAK – Sejumlah peneliti menemukan bahwa rata-rata mantan atlet Tour de France memiliki usia 6 tahun lebih lama dibanding masyarakat pada umumnya dan jauh dari permasalahan kardiovaskular. Temuan ini mungkin dapat menjawab kekhawatiran tentang pengaruh latihan ekstrim pada jantung.

Riset ini juga menunjukkan bahwa doping juga tidak menimbulkan resiko kesehatan jantung, setidaknya untuk jangka pendek, karena dampak dalam jangka panjang bisa saja memperoleh hasil yang berbeda. Penggunaan obat EPO  atau erythropoietin telah merajalela dalam kompetisi balap sepeda sejak tahun 1990-an.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada kongres European Society of Cardiology telah menguji sejumlah 786 pembalap TdF yang pernah turun dalam perlombaan pada tahun 1947 hingga 2012, dan menemukan bahwa angka kematian para atlet tersebut 41% lebih rendah dari angka kematian laki-laki di negara Prancis. Dr. Xavier Jouven, pemimpin riset, mengatakan penurunan angka kematian telah meningkat dan dokter perlu menyosialisasikan pentingnya olahraga berat.

“Kita harus mendorong orang untuk mengerahkan kemampuan dirinya,” ujarnya dan menambahkan “Jika ada bahaya nyata dalam melakukan latihan berat maka kita perlu mengamati dalam penelitian ini.”

Para atlet TdF benar-benar memiliki resiko 33% lebih rendah terhadap kematian akibat serangan jantung ataupun stroke dari orang-orang pada umumnya. Namun demikian mereka juga memiliki resiko kecelakaan dijalan.

Analisis yang melibatkan banyak pembalap Tour de France ini merupakan analisis jangka panjang yang sudah terbukti kebenarannya.

UCI Membuka Pikiran Soal Penggunaan Disc Brake dalam Kompetisi

0
dura ace disc component

BIKESTREAK – Sebagai buntut dari produk Sram yang menelurkan opsi disc brake pada groupset Sram Red 22, Shimano dan Formula juga mengeluarkan produk serupa dan juga diklaim kompatibel dengan shifter milik campagnolo. Akhirnya, tren disc brake juga merambah dunia balap road bike.

UCI (Union Cycliste Internationale) pun mulai mempertimbangan komponen tersebut jika akan digunakan dalam kompetisi. Menindak lanjuti keputusan tersebut, mereka juga melakukan analisis terhadap kinerja komponen baru ini. Pihak UCI mulai memikirkan penggunaan disc brake dimasa mendatang.

Keamanan menjadi pertimbangan utama yang dipikirkan, seperti berbahayakan jika kinerja pengereman disc brake digunakan dalam suatu peleton yang bergerak cepat saat balapan berlangsung. Panas yang dihasilkan disc brake juga mungkin berbahaya jika menyentuh pembalap saat pembalap tersebut mengalami kecelakaan, mengingat pembalap road bike tidak memakai protector seperti pembalap MTB.

sram red 22 disc component

Jika penggunaan disc brake dilegalkan dalam berbagai kompetisi, semua produsen seperti shimano, sram, campagnolo, dan produsen lain harus memproduksi komponen disc brake yang sesuai akreditasi standard UCI. Komponen-komponen tersebut yang nantinya akan digunakan oleh pro rider.

Sepertinya UCI memang terlalu berlebihan soal ini. Produsen yang memproduksi komponen kelas atas tentu sudah memperhitungkan berbagai hal, malakukan riset, membuat berbagai prototype sehingga akhirnya produk tersebut siap dijual secara massal di pasaran.

Sejarah Singkat Balap Sepeda Indonesia

0
upacara pembukaan PON II 1951, Jakarta

BIKESTREAK – Sebenarnya balap sepeda sudah ada di Indonesia sejak jaman Belanda. Sebelum perang dunia II pun sudah ada atlet-atlet yang dibiayai perusahaan besar seperti Triumph, Tropical, Hima, Mansonia, dan lain-lain. Atlet-atlet tersebut merupakan atlet profesional tentu saja, mana ada perusahaan besar yang mau mensponsori kalau mereka bukan dari kalangan profesional. Kala itu Semarang menjadi sentral kompetisi balap sepeda. Didirikanlah velodrome (track sepeda balap yang berbentuk oval dan memiliki permukaan miring) yang dirancang arsitek kebangsaan belanda Ooiman dan Van Leuwen. Dalam bahasa Belanda sendiri velodrome disebut wielerband, meskipun keduanya sama-sama bahasa asing, namun velodrome terdengar lebih familiar di telinga.

Era penjajahan Jepang terpaksa memberhentikan kompetisi balap sepeda. Baru selepas proklamasi kemerdekaan para pecandu balap sepeda berangsur-angsur kembali mempopulerkan olah raga ini. Walau belum terorganisir dalam satu perhimpunan, kejuaraan balap sepeda nampak mulai berkembang sehingga membawanya menuju PON II yang diselenggarakan tahun 1951.

ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) sendiri didirikan di Semarang pada 20 Mei 1956, bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan nasional. Tahun-tahun sebelumnya, beberapa kota sudah mendirikan perhimpunan Balap Sepeda, seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Jakarta, Medan, Manado dan Bandung. Terbentuklah perhimpunan Balap Sepeda, antara lain:

– ISSS (Ikatan Sport Sepeda Semarang)
– PBSD  (Persatuan Balap Sepeda Djakarta)
– ISSJ (Ikatan Sport Sepeda Jogjakarta)
– IPSS (Ikatan Pembalap Sepeda Solo)
– PSBS (Perkumpulan Sepeda Balap Surabaya)
– PBMS (Perkumpulan Balap Sepeda Medan dan Sekitarnya)
– Super Jet (Bandung, berubah nama menjadi Sangkuriang)
– PSBM (Perkumpulan Sepeda Balap Manado)

Tahun 1961 pembalap Indonesia dari tim Super Jet, Aming Priatna merebut medali emas di kejuaraan Road Race Asia di Tokyo, Jepang. Tahun berikutnya di pertandingan Asian Games 1962 di Jakarta, Hendra Gunawan dkk. berhasil meraih 2 medali emas dari nomor jalan raya. Tim Super Jet akhirnya berganti menjadi PBS Sangkuriang pada tahun 1962 sesuai imbauan presiden Soekarno pada masa itu yang mensyaratkan perubahan untuk semua nama yang berbau asing dengan nama yang membawa semangat nasionalisme. Nama Sangkuriang sendiri diambil dari kisah legenda rakyat daerah Parahyangan (Bandung), kisah seorang sakti yang konon membentuk gunung Tangkuban Parahu.

Tour de East Java 2014 Terselenggara dengan Minim Dana

0
Tour de East Java 2014

BIKESTREAK – Berbahagialah masyarakat penghobi sepeda di Jawa Timur. Tour de East Java yang penyelenggaraannya sangat minim dana, tetap akan dilaksanakan bulan September tahun ini. Mungkin berita ini terlihat basi, namun berita ini menjadi relevan untuk kembali diangkat saat berbiaca soal Tour de Indonesia.

Dengan bantuan sejumlah 500 juta dari Pemprov Jatim, kompetisi TdEJ tahun ini dijadwalkan berlangsung tanggal 6-7 September dengan 2 etape sejauh 276 km melewati Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto. Sayangnya even ini tidak melewati Kabupaten Kediri. Kenapa Kab. Kediri? Kab. Kediri memiliki monumen SLG (Simpang Lima Gumul), salah satu ikon Kediri yang dibuat mirip Arc de Triomphe (versi KW sekian). Bayangkan jika pembalap TdEJ melintasi monumen ditengah simpang lima tersebut akan nampak seperti para pembalap Tour de France yang melewati monumen Arc de Triomphe.

Rencana awal yang akan diikuti total 14 tim peserta (asing dan lokal), kini jumlah tim asing yang mengikuti event tahunan ini hanya 8 tim saja. Ini menjadi indikasi bahwa TdEJ semakin meredup. Delapan tim asing yang memastikan diri berpartisipasi di TdEJ 2014 antara lain, Aisan Racing Team (Jepang), Team Gusto (Taiwan), CCN Cycling Team (Brunei Darussalam), Malaysia National Team, Terengganu Cycling Team (Malaysia), Eddy Hollands (Australia), Tabriz Petrochemical Team (Iran) dan Tabriz Shahrdari Ranking (Iran).

Disampung pembalap asing, pihak penyelenggara juga mengundang lebih banyak peserta dari Indonesia. Sebanyak enam tim akan berpartisipasi. Mereka adalah Polygon Sweet Nice, Translibas Cycling Team, Kukar – Kutai Negara, BRCC Banyuwangi, KFC Bike Team dan Pegasus Continental Cycling Team.

Sama halnya Tour de Singkarak, Tour de East Java sesungguhnya juga merupakan even penting bagi Jawa Timur. Dengan adanya even ini juga diharapkan lebih mengenalkan budaya dan pariwisata Jawa Timur meskipun hanya sedikit. Disamping Pemerintah Propinsi Jawa Timur, semoga saja ada sponsor baru yang rela merogoh kantung lebih untuk membiayai acara ini sehingga tahun-tahun berikutnya lebih banyak etape yang dapat diperlombakan.

Harga Sepeda Bianchi Semua Model Baru-Bekas Januari 2018

0

Bianchi Indonesia – Sudah lama kalau bersepeda merupakan gaya hidup bagi sebagian orang yang ingin lebih sehat. Jika dulu bersepeda hanya dilakukan oleh masyarakat bawah yang tidak memiliki kendaraan bermotor namun dengan seiring berjalannya waktu kini hampir seluruh masyarakat menyukai olahraga bersepeda terutama bagi kaum urban perkotaan.

Nah untuk itu diperlukan sebuah sepeda yang berkualitas dan nyaman digunakan, namun tentu anda akan dibuat bingung karena di pasar Indonesia banyak sekali merek sepeda yang beredar baik dari pabrikan lokal maupun luar negeri.

Salah satu merek yang cukup ternama adalah sepeda Bianchi yang merupakan pemanufaktur sepeda paling tua di dunia. Merek asal Italia ini menjadi salah satu produk pilihan terbaik bagi para pecinta gowes di tanah air.

Jika anda berminat membeli sepeda Bianchi ini tidak perlu khawatir soal harga karena anda bisa memilih sesuai dengan kantong dan juga kebutuhan. Berikut daftar harga sepeda Bianchi terbaru :

No Tipe / Model / Merk Harga
1. Bianchi Pista Chromoly white (bekas) Rp 4.500.000,-
2. Roadbike bianchi via nirone 7 (bekas) Rp 8.250.000,-
3. Bianchi Infinito C2C (bekas) Rp 26.000.000,-
4. Bianchi JAB Performance 7300 (bekas) Rp 9.000.000,-
5. Roadbike carbon bianchie oltre Rp 70.000.000,-
6. Bianchi Repartocorse (bekas) Rp 12.000.000,-
7. Bianchi JAB (bekas) Rp 6.000.000,-
8. Bianchi Kuma 4900 Rp 8.000.000,-
9. Bianchi Pista Sei Giorni (bekas) Rp 5.500.000,-
10. Bianchi D2 crono carbon campagnolo fsa Hed 3 (bekas) Rp 25.000.000,-
11. Bianchi Rekord 842 Rp 7.200.000,-
12. Bianchi Titanium (bekas) Rp 25.000.000,-
13. Bianchi Kuma 5500 (bekas) Rp 5.750.000,-
14. Bianchi Kuma 5300 (bekas) Rp 5.500.000,-

Itulah deretan harga sepeda Bianchi yang bisa anda pilih sesuai dengan kantong. Sebagai pemanufaktur yang telah dipercaya jutaan orang secara kualitas merek Bianchi sudah tidak perlu diragukan lagi apalagi secara Reputasi sepeda Bianchi sudah digunakan oleh para pesepeda professional.

Baca juga : Harga Sepeda Specialized Terbaru

Beberapa jenis sepeda Bianchi yang bisa anda pilih diantaranya :

• Sepeda gunung
Sesuai namanya sepeda ini dirancang untuk digunakan pada jalanan off-road dan secara umum memiliki dua jenis, yakni hardtail yang memiliki suspensi depan dan full-suspension untuk suspensi bagian depan dan belakang

• Road Bike
Sepeda jenis ini lebih cocok digunakan untuk kecepatan di trek beraspal dan rata sehingga sering digunakan pada ajang balapan.

• Cyclocross
Secara tampilan dan desain sebenarnya sepeda ini hampir sama seperti road bike, namun bedanya cyclocross lebih cocok untuk bersepeda dengan kecepatan tinggi di trek multi-kondisi baik itu di aspal maupun di medan tanah liat dan berpasir.

• City Trekking
Sepeda ini sangat cocok digunakan untuk harian dalam kota dan bersantai.

RECENT POST