SHARE
sistem parkir jepang

BIKESTREAK – Seperti yang kita ketahui walaupun Jepang terkenal sebagai salah satu negara produsen otomotif terbesar, tapi masyarakat Jepang lebih memilih menggunakan angkutan umum untuk jarak jauh dan menggunakan sepeda bahkan sering kali jalan kaki untuk jarak yang terjangkau.

Dengan lebih dari 13.160.000 penduduk yang tinggal, Tokyo merupakan kota yang sangat padat penduduk sehingga menjadi langkanya tanah lapang. Sementara di negara kita banyak memakai kendaraan bermotor pribadi, warga di Jepang banyak yang memakai sepeda komuter sebagai sarana transportasi. 90 persen dari 13,1 juta penduduk kota pergi bekerja dengan kereta api setiap hari, dan sepertiga dari mereka bersepeda menuju dan dari stasiun kereta api.

inovasi parkir bawah tanah

Sebagai solusi penyimpanan sepeda yang aman dan menghemat lahan (berhubung harga tanah di jepang sangat tinggi), Giken mengembangkan sebuah sistem tempat parkir sepeda di bawah tanah yang dinamakan Eco Cycle. Sistem ini berusaha mengurangi parkir sepeda di trotoar yang seringkali mengganggu pejalan kaki. Disamping tatanan kota terlihat rapi dengan berkurangnya pemarkir di trotoar, pemilik sepeda juga merasa aman dengan adanya parkir bawah tanah.

Sistem parkir bawah tanah ini bukan berarti pemilik kerepotan untuk ikut turun ke bawah hanya untuk memarkir sepedanya. Sistem ini menggunakan robot yang memarkir dengan sendirinya sesuai slot parkir masing-masing. Prosesnya pun cukup singkat, hanya memerlukan waktu sekitar 8-15 detik.

Eco Cycle dapat menyimpan hingga ratusan sepeda dengan kedalaman 11 meter. Sistem ini tentu tidak gratis. Untuk mengunakannya diperlukan keanggotan dengan biaya ¥ 2600 selama sebulan, dan untuk pelajar mendapat diskon sebesar 50%. Member akan menerima kartu RFID yang mereka gunakan untuk memarkir dan mengambil sepeda.

Gambar berikut akan memaparkan bagaimana cara kerja Eco Cycle

parkir sepeda jepang

kartu parkir rfid

cara kerja eco cycle

kerja robot eco cycle

slot parkir bawah tanah

LEAVE A REPLY